Alasan KIB Daftar Hari Rabu: Pemilu Jatuh di Hari Rabu dan Wetonnya Pon

10 Agustus 2022 14:47
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari (kiri) sebelum menyerahkan berkas pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu 2024 di gedung KPU, Jakarta. Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari (kiri) sebelum menyerahkan berkas pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu 2024 di gedung KPU, Jakarta. Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto buka suara perihal alasan apa yang mendasari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memilih untuk mendaftar pada hari Rabu, 10 Agustus yang bertepatan dengan Rabu Pon.
ADVERTISEMENT
Airlangga mengatakan selain soal weton, pemilihan tanggal 10 sebagai tanggal pendaftaran KIB ke KPU juga didasarkan bahwa 10 Agustus adalah hari penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang.
"Kami bertiga sengaja mendaftar bersama tanggalnya tanggal 10 harinya hari Rabu karena setiap pemilu jatuhnya hari Rabu, dan kedua hari ini kalau wetonnya silakan cari sendiri," ujar Airlangga kepada wartawan, Rabu (10/8).
"Nah, harinya, kan, tanggal 10. Hari pemilu nanti jatuhnya hari Rabu, tanggal 14 Februari, jadi kita mulai dengan hal-hal yang baik dan sama, tadi kita mulai dengan rangkaian acara yang dari PAN, PPP, dan Golkar karena yang diutamakan bagi kami adalah kebersamaan," sambungnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Ketum PPP Suharso Monoarfa (kiri) dan Ketum PAN Zulkifli Hasan (kanan) di gedung KPU, Jakarta, Rabu (10/8/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Ketum PPP Suharso Monoarfa (kiri) dan Ketum PAN Zulkifli Hasan (kanan) di gedung KPU, Jakarta, Rabu (10/8/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Soal koalisi dengan PAN dan PPP, Airlangga menilai ini sebagai kerja sama yang ideal. Mengingat Indonesia memiliki permasalahan yang cukup kompleks untuk ditangani, karenanya dibutuhkan pemikiran dari banyak pihak untuk menyelesaikan itu.
ADVERTISEMENT
"Indonesia ini besar oleh karena itu kita tidak bisa bekerja sendiri kita harus bisa bekerja bersama dan kita harus secara inklusif menata negara ini. Makanya kita butuh lebih banyak pemikiran agar kita menjadi selamat menjadi negara yang maju," ucap Airlangga.
Senada dengan Airlangga, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai adanya koalisi ini makin menunjukkan kepada masyarakat bahwa koalisi kerja sama ini menjanjikan banyak solusi bagi permasalahan di Indonesia.
"Sehingga akan menghasilkan kesetaraan keadilan, harmoni, saling mencintai, saling menghormati. Kita bosan, kan, kalau bermusuhan itu kalau kelamaan bosan juga. Nah, itu prasyarat kalau kita kata Pak Airlangga nanti 2035 ingin menjadi negara maju," kata Zulhas.
"Caranya memang harus bersama-sama dalam perubahan geopolitik yang dipicu juga Rusia dan Ukraina kita mau ke mana? Nah, oleh karena itu kami bertiga terus menerus akan mematangkan gagasan-gagasan agar Indonesia mencapai 2035 itu menjadi negara yang maju," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020