News
·
24 September 2020 12:40

Alasan Polisi Belum Jerat Pelaku Pelecehan Rapid Test dengan Pasal Pencabulan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Alasan Polisi Belum Jerat Pelaku Pelecehan Rapid Test dengan Pasal Pencabulan (73821)
Ilustrasi pelecehan seksual di transportasi umum. Foto: Shutter Stock
Pelaku pemerasan dan pelecehan terhadap seorang wanita saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta resmi ditetapkan sebagai tersangka. EF saat ini baru dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
ADVERTISEMENT
Lantas kenapa polisi belum menjeratnya dengan pasal yang berkaitan dengan pelecehan?
Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus menjelaskan, pihaknya belum bisa menjerat EF dengan pasal tersebut karena masih harus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah bukti.
Alat bukti berupa CCTV di sekitar lokasi yang sudah diperiksa masih belum bisa menampilkan apakah EF benar-benar melakukan pelecehan.
“Kan Pasal 378 sudah jelas masuk. Di Pasal 294 pencabulannya menurut keterangan korban dia dilecehkan pada saat itu. Diperkuat lagi dengan adanya keterangan alat bukti CCTV,” ucap Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/9).
“Tapi CCTV ini belum terlalu jelas karena kalau kita lihat CCTV-nya yang ada pada saat itu betul korban dengan pakaian yang sama seperti apa yang disampaikan berdekatan saja. Tapi tidak terlihat seperti apa,” tambahnya.
Alasan Polisi Belum Jerat Pelaku Pelecehan Rapid Test dengan Pasal Pencabulan (73822)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya akan memperkuat bukti terkait dengan pemeriksaan terhadap tersangka. Sehingga bisa menjeratnya dengan pasal pencabulan.
ADVERTISEMENT
“Makanya kami harus memeriksa lagi dan kita mengharapkan EF ini mau hadir untuk kita lakukan pemeriksaan,” jelasnya.
EF dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Dia terancam 4 tahun penjara. Hanya saja saat ini EF telah kabur dan berstatus buron.