kumparan
News12 Mei 2018 14:09

Alasan Polri Tak Serbu Rutan Mako Brimob: Bisa Timbulkan Masalah Baru

Konten Redaksi kumparan
Pengepungan Mako Brimob
Pengepungan Mako Brimob (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)
Rutan Mako Brimob Kelapa Dua sempat dikuasai napi teroris dua hari lalu. Sejumlah polisi disandera, bahkan lima di antaranya meregang nyawa. Para napi baru berhasil ditaklukan setelah nyaris 40 jam, publik pun menilai Polri terkesan 'lambat' memberikan penanganan.
ADVERTISEMENT
Namun ternyata, Polri punya sejumlah alasan kuat mengapa tak melakukan penyerbuan massal dan cepat. Polisi tak ingin penyerbuan itu menimbulkan banyak masalah baru, salah satunya menambah jumlah korban jiwa.
"Polisi tahu, penyerbuan habis-habisan hanya akan mendatangkan masalah yang lebih panjang," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, Sabtu (12/5).
"Rutan memang cepat dikuasai, tapi (penyerbuan) itu akan meradikalkan banyak orang, baik napiter di penjara lainnya, mau pun yang masih bebas di luaran. Belum lagi menghitung korban jiwa yang pasti bertambah," lanjutnya.
Bis polisi memasuki mako Brimob
Bis polisi memasuki mako Brimob (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
Setyo menyampaikan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi penghormatan setinggi-tingginya untuk para anggota Polri yang berhasil menahan diri dan emosi untuk tak melakukan pernyerbuan massal.
"Padahal, saat itu sudah ada lima saudaranya yang tewas secara keji," ucap Setyo.
ADVERTISEMENT
Bersabar sebentar dengan membiarkan para napi teroris menguasai rutan, menurut Polri adalah langkah yang tepat.
"Mereka lebih rela membiarkan 'rumahnya' dikuasai musuh selama tiga hari ketimbang memperpanjang masalah. Bersabar selama tiga untuk untuk kembali menguasai rutan tanpa menambah korban jiwa adalah pilihan yang bagus," tegas Setyo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan