kumparan
search-gray
News22 Juli 2019 10:32

Ambisi Depok Menuju Kota Religius

Konten Redaksi kumparan
Ambisi Depok Menuju Kota Religius (255783)
Ilustrasi. Masjid Kubah Emas di Depok. Foto: Abdul Latif/kumparan
Mimpi Pemerintah Kota Depok menuju kota religius belum tamat. Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Kota Religius yang sempat kandas di Badan Musyawarah DPRD, akan kembali diajukan. Kali ini, Pemkot mendapat energi tambahan dari dukungan yang datang dari Fraksi Gerindra DPRD—selain Fraksi PKS yang telah lebih dulu menyatakan kejelasan sikapnya. Gerindra menyebut aturan bernuansa Islam yang terdapat dalam raperda hanya ditujukan untuk warga Muslim. Fraksi itu mengibaratkan raperda tersebut seperti butir pertama Piagam Jakarta—“... dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”—meski kalimat itu kemudian dicoret dan diganti oleh “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam Pancasila kini.
Sejumlah pasal dalam Raperda Penyelenggaraan Kota Religius Depok mendapat sorotan. Semisal, mencantumkan kewajiban untuk berpakaian sesuai aturan agama, mewajibkan warga untuk meningkatkan keyakinan agamanya, serta melarang riba. Aturan agama dicemaskan diseret menjadi aturan negara, dan hal itu lebih lanjut dikhawatirkan meningkatkan intoleransi di Depok yang masuk daftar 10 kota versi intoleran versi Setara Institute pada 2017. Bagaimana sesungguhnya arah Kota Depok di masa depan?
Konten Eksklusif
Gunakan aplikasi kumparan untuk lanjut membaca konten ini.
Buka Aplikasi