Amien Rais Dkk Bicara ke Jokowi: 6 Laskar FPI Dibunuh, Pelanggaran HAM Berat

9 Maret 2021 12:04
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Amien Rais Dkk Bicara ke Jokowi: 6 Laskar FPI Dibunuh, Pelanggaran HAM Berat (158631)
zoom-in-whitePerbesar
Amien Rais saat memberikan pernyataan terkait tewasnya 6 pengawal Rizieq Syihab. Foto: YouTube/Amien Rais Official
ADVERTISEMENT
Amien Rais, Marwan Batubara, dan sejumlah tokoh lainnya menemui Presiden Jokowi selama 15 menit. Pertemuan digelar hari ini, Selasa (9/3).
ADVERTISEMENT
Amien Rais dkk yang tergabung dalam Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan atau TP3 dari enam laskar ini menyampaikan ke Jokowi bahwa pembunuhan itu pelanggaran HAM berat.
"Tujuh orang yang diwakili oleh Pak Amien Rais dan Pak Marwan Batubara tadi menyatakan mereka menyatakan keyakinan telah terjadi pembunuhan terhadap enam laskar FPI dan mereka meminta agar ini dibawa ke pengadilan HAM karena pelanggaran HAM berat. Itu yang disampaikan kepada Presiden," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam jumpa pers.
Mahfud menambahkan, pertemuan tidak berlangsung lama yakni tidak lebih 15 menit.
"Hanya itu yang disampaikan oleh mereka, bahwa mereka yakin telah terjadi pembunuhan yang dilakukan dengan cara melanggar HAM berat bukan pelanggaran HAM biasa sehingga enam laskar FPI itu meninggal," ucap Mahfud.
ADVERTISEMENT
Mahfud menyebut TP3 meminta kasus ini diusut dengan adil. Sebab akan ada hukuman dari Tuhan jika pemerintah tidak bersikap adil.
"Pertama harus ada penegakan hukum sesuai ketentuan hukum sesuai dengan perintah Tuhan bahwa hukum itu adil. Kedua, ada ancaman dari Tuhan kalau orang membunuh orang mukmin tanpa hak, maka ancamannya neraka jahanam," tutur Mahfud.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020