kumparan
27 Oktober 2019 23:36

Amien Rais Ingatkan Prabowo yang Jadi Menhan: Pertahanan Itu Penting

Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, POTRAIT
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Masuknya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pertahanan menuai pro dan kontra. Banyak pihak yang beranggapan bahwa Prabowo lebih baik tetap berada di oposisi.
ADVERTISEMENT
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais yang sebelumnya getol meminta Prabowo tetap di oposisi pun angkat bicara. Dia mengaku tidak merestui tapi juga tidak menolak keputusan yang telah diambil Prabowo menerima penunjukan Menhan.
“Kalau saya itu bapaknya Prabowo saya merestui (memberi restu). Saya enggak merestui, tidak apa tidak menolak, tidak melawan juga,” kata Amien usai mengisi kajian bertema Islam dan Komunis (Bahaya Laten Komunis) di Masjid Jami Karangkajen, Kota Yogyakarta, Minggu (27/10).
Amien mengatakan sudah bertemu dengan Prabowo. Di situ dia berkata kepada Prabowo agar mengemban jabatan Menhan sesuai apa yang dicita-citakan kita semua.
“Karena pertahanan itu defence, sesuatu yang sangat penting. Jadi dalam zaman sekarang ini banyak sekali kedaulatan nasional berbagai bangsa itu kena rembesan dari negara asing tapi lama-lama kedaulatan negara tersebut bisa tipis bahkan lenyap,” ujar Amien.
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kondisi bangsa Indonesia menurutnya memiliki gejala serupa. Dia berpesan jika tidak hati-hati betul dengan kelemahan yang ada, bukan tidak mungkin hal itu terjadi. Menurutnya ada sejumlah kelemahan Indonesia mulai dari militer hingga ekonomi.
ADVERTISEMENT
“Indonesia ada gejala seperti itu jika tidak hati-hati kita harus betul-betul apa saja kelemahan kita negara yang agak masih agak lemah di bidang militer, bidang ekonomi, bidang diplomasi dan lain sebagainya,” kata dia.
“Jadi pak Prabowo harus diberikan fair chance,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan