kumparan
10 Juni 2018 4:38

Amien Rais Ingin Nyapres, Berkaca Dari PM Malaysia Mahatir Mohammad

Amien Rais (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengungkapkan keinginannya untuk maju sebagai calon presiden. Semangat itu muncul setelah Amien berkaca pada pemilihan Perdana Menteri Malaysia yang dimenangkan oleh Mahatir Mohammad dengan usia 92 tahun.
ADVERTISEMENT
"Kalau Mbah Amien Rais ini kan walaupun tua ya tidak apa-apa. Begitu Mahathir Jadi, saya jadi remaja lagi sekarang kan ya, jadi saya terima kasih pak Mahathir," kata Amien di Jalan Widya Chandara, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6).
"Jadi saya pun sedikit agak layak ya. Sudah agak kuno ya, tapi ya dengan Mahathir itu jadi ada semacam ada perubahan visi orang Asia Tenggara ini," ujarnya lagi.
Menurut Amien, tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Menurutnya, sosok presiden masih menjadi rahasia yang belum dapat ditebak.
"Manusia tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Jadi dalam Alquran dikatakan 'Janganlah kamu orang beriman berani mengatakan, besok bangsa pasti begini,' jadi enggak boleh. Maka sesungguhnya siapa yang bakal menjadi Presiden mendatang itu rahasia ilahi," kata dia.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, kata Amien, ia hanya berjuang melakukan pergerakan untuk menggapai cita-cita. Apalagi sosok yang akan melawan Joko Widodo sebagai calon pertahana saat ini masih belum jelas.
"Manusia punya kewajiban untuk berjuang, bergerak membuat movement supaya cita-citanya tercapai. Nah sekarang ini, memang Pak Jokowi memang sudah diendorse sama PDIP dan beberapa partai yang lain. Sementara yang mau melawan Pak Jokowi kan belum jelas," ucapnya.
Selain Amien, terdapat tiga sosok lain dari PAN yang dapat dijadikan opsi calon presiden. Ketiga sosok lainnya yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, dan Sutrisno Bachir.
"Kami akan mengusung cuma empat saja. Kader terbaik yaitu ketua umum masing-masing pada zamannya," pungkas Amien.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan