kumparan
1 Mei 2018 11:41 WIB

Anak yang Dihukum Siram Oli Sudah Yatim Piatu Sejak 2015

Anak dihukum guyur diri pakai oli. (Foto: Instagram @yuni_rusmini)
ALD (14), anak yang dihukum mengguyur diri dengan oli akibat ketahuan mencuri di bengkel, diketahui sudah tidak mempunyai orang tua alias yatim piatu. Ia disebut sudah menjadi yatim piatu sejak tahun 2015 lalu.
ADVERTISEMENT
Hal itu diungkapkan oleh Azi Solihin (29), kerabat ALD dari Dusun Banyeman, Desa Bangunkerto, Desa Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Azi menngungkapkan bahwa orang tua ALD meninggal dalam waktu yang berdekatan.
Ayah ALD meninggal dunia akibat jatuh dari pohon kelapa pada tahun 2015. Sekitar tiga bulan berselang, giliran ibu ALD yang meninggal dunia karena sakit. "Tahun 2015 ayahnya meninggal jatuh dari pohon kelapa. Belum 100 hari, ibunya sakit kanker serviks," kata Azi saat mendampingi ALD di Polres Sleman, Selasa (1/5).
Setelah orang tuanya meninggal, ALD kemudian diasuh oleh pamannya, Sunardi (40), yang berprofesi sebagai petani. Sunardi yang kemudian menjadi ayah angkat ALD menyebut bahwa anak tersebut bukan anak yang nakal.
ADVERTISEMENT
Ia pun mengaku kaget saat mengetahui adanya kejadian ALD mengguyur diri dengan oli sebagai hukuman karena mencuri di bengkel.
"Kesehariannya sekolah sama ngaji selama ini, enggak nakal, dia sering main. Sempat kaget juga tidak pernah berbuat seperti itu," kata Sunardi.
"Di sekolah biasa aja. Dipanggil sekolah kalau ada bantuan. Sekolah tahu karena sejak SD dia yatim piatu," imbuh dia.
Sebelumnya, Arif Alfian (37), pemilik bengkel di Dusun Sangurejo, Desa Wonokerto, Kecamatam Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku menyesal karena menghukum anak yang mencuri di bengkel dengan menyiram oli di kepala. Dia juga meminta maaf.
Usai memergoki pencurian itu, Arif sebenarnya memberi pilihan akan melaporkan anak tersebut ke orang tua, namun si anak tidak mau. Ia pun membawa anak tersebut ke kepala dusun setempat, dan mendapat hukuman mandi oli.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan