Analisis BMKG soal Gempa Jember dan Potensi Ancaman Tsunami

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gempa bumi. Foto: Inked Pixels/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gempa bumi. Foto: Inked Pixels/shutterstock

Gempa di Jember, Jatim, diperbarui kekuatannya dari magnitudo 6,2 jadi magnitudo 6.

Kabid Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono memberikan penjelasan terkait penyebab gempa.

“Gempa selatan Jember Jawa Timur M 6,0 kedalaman 10 km ini merupakan jenis gempa di luar zona subduksi (populer disebut 'outer rise earthquake') akibat patahnya lempeng Australia yang mulai menunjam ke bawah Jawa Timur. Tekukan lempeng ini memicu patahan turun (normal fault),” kata Daryono dalam keterangan tertulis, Selasa (6/12).

Gempa outer rise disebabkan oleh adanya tegangan tektonik yang bekerja pada sumber gempa outer rise, yang memiliki mekanisme sumber sesar turun (normal fault).

Apabila magnitudonya besar, mekanisme sumber gempa jenis ini dapat memicu terjadinya tsunami.

Di Indonesia, sumber gempa outer rise yang aktif banyak terdapat di luar sistem subduksi Sunda yang tersebar di Samudra Hindia, bagian barat Sumatra, selatan Jawa, selatan Bali hingga NTB.

Jenis gempa ini patut diwaspadai sebab telah menjadi penyebab terjadinya tsunami destruktif di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, gempa outer rise adalah penyebab terjadinya tsunami destruktif yang melanda Sumbawa pada tahun 1977, serta tsunami Jawa di tahun 1921.

Gempa di luar zona subduksi/outer rise selatan Jatim ini patut diwaspadai meskipun di luar zona megathrust, tetapi dengan mekanisme patahan turun akan dapat memicu tsunami seperti gempa dahsyat Sumba 1977 yang tsunaminya menelan korban ratusan orang di Sumbawa Selatan," kata Daryono.

Namun, sementara ini BMKG belum mencatat adanya potensi tsunami akibat gempa yang terjadi hari ini pukul 13.07 WIB ini.

Detail Gempa

Pusat gempa berada di 284 km arah barat daya dari Jember, kedalamannya 10 km.

Titik gempa ini berada di laut pada kedalaman 10 km dan terasa getarannya hingga wilayah Surabaya dan Malang.

Belum ada laporan lebih lanjut terkait informasi kerusakan akibat gempa ini.