Andika Perkasa Sebut TNI-Polri Bantu Distribusi Vaksin Corona, 2 Bulan Selesai

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, vaksin corona Sinovac yang didatangkan dari Tiongkok bakal mulai diproduksi pada bulan Januari 2o21. Tentunya dengan catatan, uji klinis tahap ketiga berjalan lancar.
Jika vaksin sudah diproduksi, pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, distribusi vaksin bakal melibatkan TNI dan Polri. Hal itu menurut Emil disampaikan langsung KSAD Jenderal Andika Perkasa.
"Pak KSAD juga tadi menyampaikan nanti pemberian vaksinnya ini butuh relawan TNI-Polri supaya pemberian tidak harus satu tahun dan hanya dua atau tiga bulan dengan keterlibatan TNI dan Polri," kata dia melalui keterangannya dalam video conference, Jumat (21/8).
Emil menambahkan, Jabar selalu berupaya berperang dengan corona. Dikarenakan dinilai sebagai perang, seluruh warga harus berjuang menyumbangkan tenaga.
Sebagaimana diketahui, uji klinis tahap tiga dilakukan di Kota Bandung. 1.620 relawan dilibatkan dalam uji itu.
"Semua rakyat berjuang menyumbangkan tenaganya minimal menjauhi musuh. Saya kira itu," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Emil bersama Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi dan Pangdam III Siliwangi turut menjadi relawan. Mereka memutuskan menjadi relawan untuk mengantisipasi munculnya hoaks atau provokasi terkait vaksin yang belakangan ini mengemuka.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, 40 juta dosis vaksin corona Sinovac akan dikirim mulai November 2020 hingga Maret 2021.

