News
·
14 April 2021 17:37

Anggota DPR PDIP soal Isu Nadiem Kena Reshuffle: Banyak Prestasi dan Terobosan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Anggota DPR PDIP soal Isu Nadiem Kena Reshuffle: Banyak Prestasi dan Terobosan (618808)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) saat menghadiri Rapat kerja komisi X DPR RI, Selasa (28/1). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Isu reshuffle belakangan menguat menyusul dileburnya kembali Kemenristek dengan Kemendikbud. Salah satu yang digadang-gadang akan diganti adalah Mendikbud Nadiem Makariem.
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi X DPR Fraksi PDIP Putra Nababan menganggap isu reshuffle adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun khusus kinerja Nadiem, Putra memiliki penilaian sendiri.
"Kinerja Menteri Nadiem sejak dilantik terutama di era pandemi COVID-19 yang sudah berjalan lebih dari setahun sudah cukup baik. Banyak torehan prestasi dan terobosan penting dijalankan di masa kepemimpinannya. Apalagi Nadiem berhasil menjalankan program Nawacita jilid dua Presiden Jokowi terkait dengan pengembangan SDM yang berkualitas dan unggul bagi generasi mendatang," kata Putra kepada wartawan, Rabu (14/4).
Menurut Putra, Nadiem membuat sejumlah gebrakan. Di antaranya Merdeka Belajar yang langsung menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), mengganti Ujian Nasional (UN), melakukan penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan mengatur kembali Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Anggota DPR PDIP soal Isu Nadiem Kena Reshuffle: Banyak Prestasi dan Terobosan (618809)
Putra Nababan dan Mendikbud Nadiem Makariem. Foto: Dok. Pribadi
"Menghapus UN menjadi kebijakan pertama Mas Menteri dan menggantinya dengan asesmen nasional. Dengan sistem asesmen, maka sekolah bisa melakukan evaluasi terhadap siswanya termasuk evaluasi sistem pembelajaran yang berlaku di sekolah tersebut. Ini tentunya menghapus diskriminasi yang tercipta akibat UN selama ini," papar legislator dapil Jakarta itu.
ADVERTISEMENT
Yang fenomenal, menurut Putra, program Kampus Merdeka. Kemendikbud melakukan penyesuaian di lingkup pendidikan tinggi, di antaranya pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi.
Bagi Putra, salah satu tonggak penting dalam Kampus Merdeka adalah mahasiswa bisa mengikuti pertukaran pelajar dengan mengambil kelas di perguruan tinggi lain, termasuk melakukan program kewirausahaan secara mandiri.
"25 tahun saya berkecimpung di dunia profesional, menurut saya program semacam ini yang diperlukan oleh para mahasiswa untuk mempersiapkan diri di dunia pekerjaan dan wirausaha. Mereka tidak hanya memiliki multiskill, tapi program Kampus Merdeka akan sukses mengembangkan minat dan bakat mahasiswa," tuturnya.
Terobosan lainnya adalah pengangkatan sebanyak 1 juta guru honorer menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak) di tahun 2021, yang menjadi kado manis bagi para tenaga pengajar honorer di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Saat ini, dunia pendidikan sedang menjalankan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah. Menurut saya ini adalah arahan presiden yang dijalankan dengan baik oleh Mas Menteri dan jajarannya. Jika masih dipercaya oleh presiden menjadi Mendikbudristek, itu artinya Nadiem dianggap mampu menerjemahkan dan menjalankan Nawacita Presiden Jokowi," pungkasnya.