News
·
22 Oktober 2020 3:42

Angka Kasus Positif Corona di Spanyol Capai 1 Juta Orang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Angka Kasus Positif Corona di Spanyol Capai 1 Juta Orang (6456)
Penumpang menggunakan masker antisipasi wabah virus corona saat berada di Bandara Adolfo Suarez Barajas di Madrid, Spanyol. Foto: REUTERS / Sergio Perez
Jumlah kasus positif virus corona di Spanyol mencapai 1 juta orang pada Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, Spanyol menjadi negara pertama di Eropa Barat dengan kasus virus corona yang mencapai 1 juta orang, dan jumlah itu naik dua kali lipat dalam enam minggu meski negara itu telah meningkatkan sejumlah pembatasan untuk mengontrol gelombang kedua penularan virus.
Data Kementerian Kesehatan mencatat total kasus sebanyak 1.005.295 orang, naik 16.973 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara angka kematian naik 156 orang, sehingga totalnya menjadi 34.366 orang.
Kenaikan angka kasus di Spanyol sempat melambat karena kebijakan lockdown pada Maret hingga Juni. Namun, angka penularan meningkat hingga sering melebihi 10 ribu kasus per hari sejak akhir Agustus, dan mencapai puncaknya pada minggu lalu ketika kasus harian naik lebih dari 16 ribu orang.
ADVERTISEMENT
Banyak yang memprediksi ketidaksabaran untuk segera menghilangkan pembatasan ketat atau kelelahan karena aturan jaga jarak sosial sebagai faktor naiknya jumlah kasus.
Angka Kasus Positif Corona di Spanyol Capai 1 Juta Orang (6457)
Istri dan anak Esteban, perawat yang meninggal karena penyakit virus corona menangis di luar Rumah Sakit Severo Ochoa di Spanyol, Senin (13/4). Foto: REUTERS / Susana Vera
"Kita kurang bertanggungjawab, kita suka berpesta, bertemu dengan keluarga," kata bankir Carolina Delgado. "Kita tidak menyadari bahwa jaga jarak sosial adalah satu-satunya cara, hal sederhana seperti tidak berkumpul dengan banyak orang, memakai masker meski bertemu dengan teman".
Sementara salah satu pendiri Institut Kesehatan dan Strategi Bilbao, Dr. Rafael Bengoa, mengatakan terburu-burunya menghentikan pembatasan sebelumnya sistem tracing diterapkan membuat penularan menjadi tidak terkendali lebih cepat dari negara lain.
Dia juga menyalahkan polarisasi politik yang mengakar di Spanyol sebagai faktor kenaikan jumlah kasus.
"Ada banyak suara politik tetapi kekosongan kepemimpinan yang mengejutkan," katanya.
ADVERTISEMENT
Ketika Kementerian Kesehatan merilis data baru, sebagian besar pengambil keputusan malah dengan sengit memperdebatkan mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Pedro Sanchez yang dipimpin oleh partai sayap kanan, Partai Vox.
Angka Kasus Positif Corona di Spanyol Capai 1 Juta Orang (6458)
Tentara spanyol bersiap saat membantu pemindahan pasien COVID-19, Foto: REUTERS/Susana Vera
"Politikus ini hanya nyaman dengan kesederhanaan...., dalam perdebatan ideologi jangka pendek, namun virus tidak peduli dengan ideologi," tuturnya.

Jumlah Pasien Corona di Spanyol Melonjak

Di sisi lain, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit melonjak 20 persen secara nasional dalam dua minggu terakhir, dan 70 persen di wilayah timur Catalunya. Hal itu berpotensi memaksa sejumlah rumah sakit di Barcelona untuk menunda prosedur yang tidak mendesak.
Seorang perawat di Madrid, Sergio Hernandez, menyebut denda yang tinggi dan pengendalian kasus secara menyeluruh, ditambah penambahan protokol saat ini tidak begitu baik dan mungkin memperkuat tingkat infeksi.
ADVERTISEMENT
Sejumlah wilayah di Spanyol memang kembali memperketat pembatasan dalam beberapa minggu terakhir demi mencegah terulangnya gelombang pertama penularan corona. Pemerintah juga mempertimbangkan jam malam untuk daerah dengan jumlah kasus yang banyak, termasuk Madrid yang status darurat dua minggunya akan berakhir pada Sabtu mendatang.
Pemimpin kawasan konservatif, Isabel Diaz Ayuso, menyebut lebih suka "tindakan bedah" yang tidak mengganggu kegiatan bisnis.
"Yang penting adalah ekonomi tidak menderita lagi," kata Ayuso.
Pandangan itu juga didukung oleh sejumlah warga seperti Luis Calvino, pegawai pemerintah yang percaya bahwa kebijakan kesehatan dan ekonomi harus berkoordinasi.
"Kalau kita menginginkan kapasitas medis yang cukup, itu membutuhkan uang yang berasal dari pajak," tutur Calvino.