kumparan
26 April 2019 19:35

Anies: Bersyukur Air Laut Surut Saat Banjir, Bila Pasang Malapetaka

Gubernur DKI Anies Baswedan saat meninjau Pintu Air Manggarai. Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan
Banjir mulai melanda sejumlah daerah di Jakarta sejak Jumat (26/4) dini hari. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersyukur air laut sedang surut saat puncak banjir menggenangi Jakarta.
ADVERTISEMENT
Anies tak bisa membayangkan, saat kondisi air sedang tinggi di pintu air Manggarai kemudian air laut sedang pasang. Kondisi ini akan membuat banjir Jakarta semakin parah. Saat itu, pintu air Manggarai menunjukkan siaga 2.
Foto udara banjir di Rawajati, Pancoran, Jumat (26/4). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
“Jika volume air dari hulu besar, lewat masuk ke Jakarta. Lalu permukaan air laut sedang pasang maka bisa menjadi malapetaka bagi kita,” ujar Anies di Pintu Air Manggarai, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).
“Kita bersyukur mulai pukul 08.00 WIB, permukaan air laut itu turun. Sehingga pintu-pintu air dan pompa kita bisa difungsikan untuk mengalirkan kiriman air dari Bogor,” tambahnya.
Banjir di Bukit Duri, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: Darin Atiandina/kumparan
Ia juga menjelaskan, sejak Kamis (25/4) malam petugas sudah bersiaga dengan naiknya ketinggian air di bendungan Katulampa. Petugas sudah menyadari dengan risiko kejadian banjir di sekitar Kali Ciliwung untuk memberi tahu masyarakat untuk bersiaga.
ADVERTISEMENT
“Tadi malam menginformasikan masyarakat di sekitar Ciliwung risiko kejadian banjir. Kemudian hari ini di pintu air Manggarai. Ketinggian mencapai puncaknya mulai pukul 11.00 WIB,” ujar Anies.
Meskipun begitu, Anies mendapat kabar permukaan air laut kembali naik. Atas kabar itu, petugas akan terus memantau kenaikan air pasang dan juga kiriman air.
“Menurut info memang air sudah mulai naik lagi. Ya memang sunattullah-nya begitu, nature-nya begitu. Kalau sudah sekarang dia akan naik. Tapi kita bersyukur volume air puncak sudah lewat. Paling kita pantau di pintu air Manggarai,” tandas Anies.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan