kumparan
14 Mei 2019 16:16

Anies Dapat Restu PT KAI Bangun Rusun Korban Kebakaran Kampung Bandan

Anies Baswedan, Kebakaran di Kampung Bandan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau lokasi kebakaran di Kampung Bandan, Jakarta Utara, Minggu (12/5). Foto: Moh Fajri/kumparan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana membangun kembali permukiman penduduk imbas kebakaran di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Rencananya, permukiman dibangun dalam wujud rumah susun.
ADVERTISEMENT
Untuk melancarkan rencana itu, Anies memerlukan izin dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan. Anies mengklaim Pemprov DKI sudah mengantongi izin tersebut.
Pasca kebakaran permukiman di Kampung Bandan
Warga menyelamatkan barang-barang miliknya pascakebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kampung Bandan, Jakarta Utara, Minggu (12/5). Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
“Sudah (dapat izin), justru PT KAI merasa bahwa dengan cara begitu jelas huniannya yang menggunakan siapa. Dipakai siapa. Pemanfaatannya juga jelas,” ujar Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).
Rencananya, rusun akan dibangun di lahan PT KAI seluas 1 hektare. Lokasinya sama persis dengan lokasi rumah-rumah warga yang terbakar pada Sabtu (11/5) malam. Sehingga, Anies memastikan 230 kepala keluarga di sana tidak akan keluar dari wilayah Kampung Bandan.
Pasca kebakaran permukiman di Kampung Bandan
Warga menyelamatkan barang-barang miliknya pascakebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kampung Bandan, Jakarta Utara, Minggu (12/5). Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
“Terkait kepemilikan lahan 1 hektare milik PT KAI, jadi tadi direktur aset KAI ikut dalam rapim (rapat pimpinan) dan kita menyepakati dibangunkan pemukiman di sana, bekerja sama BUMD dengan PT KAI,” ujar Anies.
ADVERTISEMENT
“Jadi solusinya bukan mereka dipindah keluar dari Kampung Bandan. Jadi solusi jangka panjang disiapkan hunian di lokasi yang sekarang terkena api itu,” tambahnya.
Kebakaran di Kampung Bandan menghanguskan 450 rumah semi permanen. Akibat dari kebakaran itu, 400 keluarga harus mengungsi. Saat ini, sekitar 3.500 warga tinggal di tenda pengungsian yang disediakan oleh Pemprov DKI.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan