kumparan
28 Oktober 2019 10:06

Anies Sampaikan Pesan Menpora: Pemuda Harus Beriman dan Bertakwa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Monas
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Monas. Foto: Ricad Saka/kumparan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi inspektur upacara Hari Sumpah Pemuda di Monas, Jakarta, Senin (28/10). Dalam kesempatan ini, Anies membacakan sambutan dari Menpora Zainuddin Amali.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutan itu, Anies mengingatkan para pemuda harus memegang teguh integritas dan kejujuran. Di sisi lain, pemuda juga harus kreatif semangat agar Indonesia Maju.
"Pemuda yang beriman dan bertakwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan pemuda Indonesia bisa lebih maju," kata Anies.
"Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas tinggi, mandiri, inspiratif, mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia," tambah dia.
Saat ini di belahan dunia, telah lahir generasi baru yang memiliki pola pikir yang serba cepat, instan, lintas batas, dan cenderung individualistik dan pragmatis. Ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media telah mengubah pola komunikasi pemuda dan menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, budaya, agama, dan interaksi yang membuat media sosial berjalan real time 24 jam.
ADVERTISEMENT
"Di sini diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apa pun, tentunya dalam hal positif. Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara juga harapan bagi dunia. Pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukkan dunia," tutur dia.
"Saya berharap ke depan akan muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia. Gerakan revolusi mental menemukan relevansinya. dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh, dan kokoh serta ikut di dalam percaturan pemuda dunia," imbuh Anies.
Menurut Anies, sambutan Menpora yang ia bacakan itu harus menjadi pedoman setiap pemuda di seluruh Indonesia. Dia mengatakan, Menpora ingin semua anak muda memiliki tanggung jawab dalam menghadapi semua tantangan hidup yang akan datang.
"Pada saat itu 91 tahun yang lalu, tantangannya adalah mempersatukan, saya ulang, tantangannya mempersatukan. Kenapa? Karena belum bersatu. Lihat naskahnya tadi, tadi dibacakan tidak ditulis kota Jakarta, naskah itu diakhiri dengan kata negeri Jakarta, karena kita belum satu negeri, kita belum satu bangsa, kita belum satu negara," ungkap Anies.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan