Anies Siap Tenggelamkan Kapal Ilegal, Kode Gaet Susi?

28 Desember 2023 13:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Capres nomor urut 01 Anies Baswedan menghadiri event Desak Anies di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (28/12/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut 01 Anies Baswedan menghadiri event Desak Anies di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (28/12/2023). Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Capres nomor urut 01 Anies Baswedan bertemu para nelayan dalam 'Desak Anies' di Banyuwangi, Jawa Timur. Ia pun sempat menjawab kebijakan apa saja yang diambil bila terpilih jadi Presiden.
ADVERTISEMENT
Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah, apakah Anies akan menghidupkan kembali kebijakan tenggelamkan kapal ilegal yang mencuri ikan di Indonesia?
"Langgar hukum, dan bila harus ditenggelamkan, tenggelamkan," katanya di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (28/12).
Kebijakan ini sempat fenomenal di era kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi kerap menenggelamkan kapal ikan asing yang meresahkan nelayan Indonesia.
Biasanya bangkai kapal yang diledakkan dan ditenggelamkan itu dijadikan rumpon. Ini juga akhirnya yang bisa dinikmati para nelayan.
Lantas, apakah Anies akan mengajak Susi jadi menteri bila terpilih?
"Itu kebijakannya, kebijakan itu mengandalkan kepada pokok-pokok aturan hukum," katanya.
"Jadi siapa saja yang ditugaskan, bila ada aturannya, ya dia harus laksanakan," imbuh eks Gubernur DKI Jakarta itu.
Asap mengepul dari api di atas kapal MV X-Press Pearl saat ditenggelamkan di laut lepas Pelabuhan Kolombo, di Sri Lanka, Rabu (2/5). Foto: Sri Lanka Airforce Media/via REUTERS
Program Lain
ADVERTISEMENT
Di acara ini, Anies juga menanggapi berbagai keluhan nelayan di Jawa Timur. Termasuk salah satu nelayan yang mengeluhkan untuk modal melaut.
“Kami akan membantu akses permodalan. Tapi kami minta nelayan membentuk koperasi supaya bisa mendapatkan akses permodalan lebih besar,” ujar Anies.
Anies lantas bertanya, ada berapa nelayan di sekitar kawasan itu.
“Kalau terdapat 300 nelayan membentuk koperasi bisa dapat kredit yang besar. Kalau satu per satu tidak bisa dapat kredit yang besar. Kalau bersama-sama, persyaratannya (untuk m