Anies soal SGIE: Bisa Dijawab Google Sebenarnya, Pemimpin Harus Substantif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
120
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paslon nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tiba di JCC Senayan, Jakarta, jelang debat Cawapres, Jumat (22/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Paslon nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tiba di JCC Senayan, Jakarta, jelang debat Cawapres, Jumat (22/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Capres nomor urut 01 Anies Baswedan menanggapi pertanyaan SGIE (State of the Global Islamic Economy) yang ditanyakan cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka saat debat dengan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Dalam debat cawapres yang digelar KPU di JCC Senayan, Jumat (22/12) malam, Gibran menanyakan terkait upaya Cak Imin untuk menaikkan Indonesia dalam SGIE. Pertanyaan ini tidak bisa dijawab langsung Cak Imin karena wapres Anies Baswedan tersebut tidak tahun apa itu SGIE.

Usai debat, Anies menyampaikan pembelaan untuk cawapresnya itu.

"Jadi, ketika pertanyaan adalah soal terminologi teknis bisa dijawab dengan Google sebenarnya. Karena yang dibutuhkan di tingkat kepemimpinan nasional adalah hal-hal substantif. Ini yang sesungguhnya dibawa," kata Anies.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Muhaimin Iskandar dan cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka (kanan) saat debat calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Anies mengatakan pertanyaan itu sah saja diajukan. Tapi ia menilai kualitas pertanyaannya tidak substansi.

"Padahal semakin tinggi posisi semakin berfokus pada substansi. Dan di tingkat kepemimpinan nasional pada tingkat substansi. Tapi sebagai aspek pertanyaan sah saja," kata Anies.

Tapi nanti publik menilai apakah memang ini format cerdas cermat untuk hafalan atau ini format tentang gagasan ideologi dan nilai yang diwujudkan dalam kebijakan.

--Anies Baswedan

Pada kesempatan yang sama Cak Imin juga ikut menanggapi pertanyaan Gibran tersebut. Ia mengaku saat debat lupa dengan istilah itu.

"Namanya istilah banyak sekali, ada yang saya hafal, ada yang kebetulan kita lupa singkatannya. Tapi ini biasa pertanyaan-pertanyaan yang dimunculkan setiap saat," kata Cak Imin.

"Yang penting akhirnya kita ngerti substansinya sehingga kita bisa jawab dengan tepat. Ekonomi syariah yang menjadi kekuatan bangsa kita," pungkasnya.