kumparan
search-gray
News31 Januari 2019 12:55

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, Pemkab Sleman Siapkan 600 Ribu Masker

Konten Redaksi kumparan
com-Ilustrasi Masker
com-Ilustrasi Masker (Foto: Thinkstock)
Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan stok 600 ribu masker untuk mengantisipasi erupsi Gunung Merapi. Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan masker disiapkan untuk warga mengantisipasi jika sewaktu-waktu turun hujan abu.
ADVERTISEMENT
“Berikutnya ancaman (sewaktu-waktu) abu vulkanik, stok masker kita siap ada 600 ribu. Kalau dibutuhkan bisa dibagikan masyarakat,” kata Sri Purnomo memberikan keterangan kepada wartawan, di kantornya, Kamis (31/1).
Selain masker, Purnomo mengatakan pemerintah kabupaten menyiapkan pos pantau siaga di 12 titik. Di setiap titik itu, terdapat 12 tenda untuk tempat singgah para wisatawan, mengingat sejumlah destinasi wisata ada di lereng Merapi.
“Aktivitas di wisata lava tour Merapi tidak terganggu tapi kehati-hatian kami jaga,” katanya.
Gunung Merapi, lava pijar
Aliran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (30/1). (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Untuk jalur evakuasi, Purnomo memastikan ada sebanyak 164 rambu evakuasi sudah terpasang sejak 2018. Selain juga 20 early warning system (EWS) dalam kondisi siap. “Kami juga selalu update informasi terkini Merapi".
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto, mengatakan aktivitas Merapi saat ini masih rendah. Meski begitu pihaknya juga tetap melakukan kesiapan personel jika Merapi mengeluarkan semburan lava dahsyat.
ADVERTISEMENT
“Jadi gini namanya aktivitas Merapi sudah seperti siklus. Pembentukan kubah lava pasti ada lelehan lava pijar. Rata-rata seharinya 2.500 meter kubik penumpukan kubah lava. Dan itu rendah. Karena yang tinggi kalau sudah 20.000 meter kubik per hari,” katanya.
Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat terjadi tiga kali Merapi mengeluarkan guguran awan panas pada Selasa (29/1). Guguran awan panas itu menyebabkan hujan abu tipis turun di sejumlah kecamatan di Kabupaten Boyolali serta Klaten, Jawa Tengah.
“Berdasarkan analisis visual kejadian dan deposit, guguran yang tadi malam terjadi tanggal 29 Januari pukul 20.17 WIB, 20.53 WIB, dan 21.41 WIB kami simpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan awan panas guguran,” ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat jumpa pers di kantornya, Rabu (30/1).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white