Aparat Polandia Lempar Gas Air Mata ke Imigran Ilegal di Perbatasan Belarusia

17 November 2021 10:36
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Polisi Polandia berjaga di pos pemeriksaan Kuznica - Bruzgi saat imigran berpaya menyeberangi perbatasan ke Polandia. Foto: Policja Podlaska/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Polisi Polandia berjaga di pos pemeriksaan Kuznica - Bruzgi saat imigran berpaya menyeberangi perbatasan ke Polandia. Foto: Policja Podlaska/Handout via REUTERS
ADVERTISEMENT
Kericuhan pecah di perbatasan Polandia-Belarusia pada Selasa (16/11/2021). Insiden tersebut melibatkan imigran ilegal yang mencoba masuk ke Eropa melawan aparat keamanan Polandia.
ADVERTISEMENT
Situasi di perbatasan Polandia dan Belarusia mencekam dalam sepekan lebih terakhir. Hal itu dipicu serbuan ribuan imigran ilegal dari negara konflik di Afrika dan Timur Tengah, yang coba masuk ke Eropa lewat Polandia.
Demi mencegah serbuan imigran ilegal, pihak keamanan Polandia mendirikan kawat berduri dan mengerahkan tentara dan polisi. Aparat keamanan ditugaskan mengusir sekitar 4.000 imigran ilegal yang berada di perbatasan.
Polisi Polandia berjaga di pos pemeriksaan Kuznica - Bruzgi saat imigran berpaya menyeberangi perbatasan ke Polandia. Foto: Policja Podlaska/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Polisi Polandia berjaga di pos pemeriksaan Kuznica - Bruzgi saat imigran berpaya menyeberangi perbatasan ke Polandia. Foto: Policja Podlaska/Handout via REUTERS
Upaya pengusiran sampai sekarang belum berakhir. Ribuan imigran ilegal malah mendirikan tenda di tengah suhu dingin di wilayah perbatasan yang dikelilingi hutan.
Pada Selasa ini situasi memburuk setelah imigran ilegal melempari aparat keamanan Polandia dengan batu. Aksi tersebut direspons aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata dan meriam air.
ADVERTISEMENT
Kemenkes Polandia menyebut, bentrok imigran melawan aparat keamanan menyebabkan sembilan orang terluka. Sebanyak tujuh di antaranya adalah polisi, satu tentara dan satu penjaga perbatasan.
Sementara itu, dari sisi pengungsi ada lima orang yang terluka dalam beberapa jam terakhir. Mereka terkena gas air mata yang ditembakkan oleh aparat Polandia.
Polisi Polandia berjaga di pos pemeriksaan Kuznica - Bruzgi saat imigran berpaya menyeberangi perbatasan ke Polandia. Foto: Policja Podlaska/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Polisi Polandia berjaga di pos pemeriksaan Kuznica - Bruzgi saat imigran berpaya menyeberangi perbatasan ke Polandia. Foto: Policja Podlaska/Handout via REUTERS
Menurut keterangan Kemhan Polandia, aparat melepaskan tembakan gas air mata serta meriam air karena imigran ilegal terlebih dulu memulai bentrokan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Imigran menyerang tentara dan perwira kami dengan batu, mereka mencoba menghancurkan pagar untuk masuk ke Polandia," kata Kemhan Polandia seperti dikutip dari AFP.
"Pasukan kami menggunakan gas air mata untuk meredam agresi imigran," sambung dia.

Belarusia Geram

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto: Alexander Astafyev/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto: Alexander Astafyev/Pool via REUTERS
Kekerasan di perbatasan Polandia-Belarusia, dikecam oleh Minsk. Menlu Belarusia, Anatoly Glaz, menuduh Polandia sengaja mempersulit persoalan.
ADVERTISEMENT
"Yang kami lihat hari ini sisi Polandia melakukan provokasi dan tindakan tak manusiawi secara langsung ke kelompok rentan," ucap Glaz.
Krisis imigran di perbatasan, memperkeruh hubungan Uni Eropa-Belarusia. Polandia merupakan salah satu anggota Uni Eropa.
Sebelumnya hubungan UE dan Belarusia sudah panas usai pemilu 2020 di negara pecahan Uni Soviet itu digelar. UE, yang menuduh Presiden Alexander Lukashenko curang pada pemilu, telah menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi ke Belarusia.
UE pun menuduh Belarusia sengaja membiarkan ribuan imigran ilegal masuk ke Eropa lewat Polandia. Aksi tersebut diyakini UE sebagai tindakan balas dendam.
Lukashenko membantah tuduhan Uni Eropa. Dia memastikan, Belarusia tak mau adanya eskalasi kekerasan di perbatasan.
"Kami sependapat, baik Uni Eropa maupun Belarusia tidak ada yang mau eskalasi terjadi," ucap Lukashenko.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·