News
·
3 Oktober 2020 12:01

Api Abadi Mrapen Padam karena Pasokan Gas Metana yang Terus Berkurang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Api Abadi Mrapen Padam karena Pasokan Gas Metana yang Terus Berkurang (166043)
searchPerbesar
Kondisi situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020). Foto: Yusuf Nugroho/ANTARA FOTO
Api Abadi Mrapen yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mati sejak sepekan terakhir.
ADVERTISEMENT
Padamnya api abadi yang sering digunakan untuk acara olahraga,  kegiatan seni budaya, hingga keagamaan itu dinilai amat mengejutkan.
Kepala Seksi Energi Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Sinung Sugeng Arianto, mengatakan padamnya api abadi itu karena berkurangnya pasokan gas methane atau metana.
"Jadi memang pasokan gas methane yang merupakan bahan bakar api tersebut berkurang sehingga api menjadi padam," ujar dia saat dihubungi kumparan, Sabtu (3/10).
Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan apa penyebab pasti berkurangnya sumber gas methane tersebut.
"Masih kami selidiki kenapa gas itu sampai berkurang, karena ada banyak kemungkinan. Seperti mungkin ada retakannya yang tertutup atau memang pasokan gasnya benar-benar habis, atau bisa juga gasnya pindah jalur ke tempat lain," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Sinung juga mengatakan sebelum api abadi Mrapen padam, terdapat semburan air bercampur gas di pengeboran sumur yang berlokasi tak jauh dari Mrapen.
Api Abadi Mrapen Padam karena Pasokan Gas Metana yang Terus Berkurang (166044)
searchPerbesar
Kondisi situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020). Foto: Yusuf Nugroho/ANTARA FOTO
"Kita juga masih menyelidiki soal semburan gas di Manggarmas ini," tambah dia.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengirim ahli geologi untuk menyelidiki penyebab matinya api abadi Mrapen tersebut.
Menurut Ganjar, terdapat dua kemungkinan penyebab padamnya api abadi itu. Pertama karena faktor alam itu sendiri atau adanya gangguan dan eksploitasi wilayah yang ada di sekitarnya.
"Kalau matinya karena sumber gas yang ada di dalamnya habis, maka itu berarti karena faktor alam, ibaratnya di bawah api abadi ada ruangan-ruangan yang berisi gas yang keluar sedikit demi sedikit sebagai sumber dari api abadi," jelas Ganjar, Jumat (2/10).
ADVERTISEMENT
"Tapi bisa juga ada gangguan kiri kanannya. Misalnya, ada orang yang melakukan tindakan yang mengganggu. Seperti, orang menggali di sini, kemudian gasnya bocor ke lubang yang digali itu," imbuhnya.