Arab Saudi dan Qatar Jadi Penengah Konflik Bersenjata Pakistan-Taliban
13 Oktober 2025 11:19 WIB
·
waktu baca 3 menit
Arab Saudi dan Qatar Jadi Penengah Konflik Bersenjata Pakistan-Taliban
Arab Saudi dan Qatar turun tangan jadi penengah antara Pakistan dan Afghanistan pasca bentrokan berdarah di perbatasan.kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Arab Saudi dan Qatar turun tangan jadi penengah antara Pakistan dan Afghanistan yang dikuasai Taliban pascabentrokan berdarah di perbatasan.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Saudi Gazette, Senin (13/10), juru bicara pemerintahan interim Afghanistan Zabihullah Mujahid mengatakan, pasukan Taliban telah menghentikan operasi setelah upaya mediasi dilakukan Arab Saudi dan Qatar. Laporan mediasi ini disampaikan lembaga penyiaran swasta Afghanistan, Tolo News.
Bentrokan di perbatasan ini merupakan salah satu yang terparah sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021. Mujahid mengatakan, 9 warga Afghanistan dan 58 tentara Pakistan tewas, dan 30 orang terluka. Dia mengeklaim pasukan Afghanistan telah merebut lebih dari 20 pos perbatasan Pakistan.
Namun, militer Pakistan melaporkan 23 tentaranya tewas dan 29 lainnya terluka. Dalam sebuah pernyataan, militer Pakistan mengatakan lebih dari 200 pasukan Taliban dan milisi Khwarjis yang terafiliasi tewas dalam bentrokan itu, sementara jumlah korban yang terluka jauh lebih banyak.
ADVERTISEMENT
"Akibat operasi ini, sejumlah lokasi Taliban dihancurkan di sepanjang perbatasan, 21 posisi musuh di sisi Afghanistan sempat direbut, dan sejumlah kamp pelatihan teroris yang digunakan untuk merencanakan dan memfasilitasi serangan terhadap Pakistan dinonaktifkan," kata militer Pakistan.
Bentrokan ini terjadi saat Kabul menuduh Pakistan melanggar wilayah udara Afghanistan dan mengebom sebuah pasar di provinsi Paktika pada Kamis (9/10) malam.
Islamabad tidak mengkonfirmasi atau membantah keterlibatannya, dan mengatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi warganya di tengah meningkatnya serangan militan yang dituduhkan kepada Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP) yang dilarang.
Pakistan bersikeras bahwa militan TTP beroperasi dari wilayah Afghanistan, menuduh Afghanistan gagal mengantisipasi serangan di perbatasan.
Namun, Afghanistan membantah tuduhan itu dan kembali menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan wilayahnya digunakan untuk menyerang negara tetangga.
ADVERTISEMENT
Perbatasan Afghanistan-Pakistan Ditutup Pasca Bentrokan
Bentrokan itu menyebabkan dua penyeberangan utama yaitu Torkham dan Chaman ditutup. Penutupan penyeberangan itu berdampak pada aktivitas perdagangan dan mobilisasi warga sipil.
Tolo News melaporkan bahwa kedua penyeberangan itu ditutup setelah pasukan perbatasan Afghanistan meluncurkan operasi melawan pasukan Pakistan.
Pakistan dan Afghanistan berbagi 18 penyeberangan perbatasan. Torkham dan Chaman merupakan rute utama perdagangan dan perjalanan.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari kembali menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kepentingan nasional, kedaulatan kawasan, dan keamanannya. Zardari mendesak Afghanistan untuk mengambil tindakan konkret dan terverifikasi melawan elemen teroris anti-Pakistan yang beroperasi dari wilayah Afghanistan.
Zardari juga mengatakan Pakistan akan terus mendukung kebutuhan pendidikan dan kemanusiaan Afghanistan. Namun, dia menekankan tidak akan pernah ada kompromi terhadap kedaulatan nasional Pakistan.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Mujahid mengatakan Pakistan mengusulkan mengirim delegasi ke Kabul untuk berunding. Namun, pemerintah Taliban menolak tawaran itu dan menyinggung dugaan pelanggaran wilayah udara sebagai alasannya.
