Arab Saudi Segera Vaksinasi Anak Usia 12-18 Tahun Pakai Pfizer

28 Juni 2021 2:33
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Arab Saudi Segera Vaksinasi Anak Usia 12-18 Tahun Pakai Pfizer (34361)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin corona Pfizer-BioNTech. Foto: Edgar Su/REUTERS
Pemerintah Arab Saudi terus memperluas jangkauan vaksinasi COVID-19. Kini anak-anak berusia 12 hingga 18 tahun bisa divaksin COVID-19.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Senin (28/6), nantinya anak-anak di Saudi akan disuntik menggunakan vaksin Pfizer.
Keputusan ini diambil setelah Kementerian Kesehatan Arab Saudi memberi lampu hijau terhadap penggunaan vaksin Pfizer terhadap anak.
"Anak muda berusia 12 hingga 18 tahun akan divaksin menggunakan Pfizer-BioNtech setelah disetujui oleh Otoritas Makanan dan Obat-obatan Saudi," kata Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
Arab Saudi Segera Vaksinasi Anak Usia 12-18 Tahun Pakai Pfizer (34362)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita Saudi memberi isyarat setelah dia menerima dosis pertama vaksin penyakit virus corona (COVID-19), di Riyadh, Arab Saudi. Foto: AHMED YOSRI/REUTERS
Hanya saja, belum ada pengumuman lebih lanjut kapan vaksinasi terhadap anak ini mulai dijalankan.
Vaksin Pfizer diklaim sangat efektif terhadap anak usia 12-15 tahun. Bahkan diprediksi lebih efektif dibanding penggunaanya pada orang dewasa.
Tidak ada infeksi COVID-19 pada remaja yang telah divaksinasi menggunakan vaksin Pfizer dalam uji klinis terbaru BioNTech. Para pembuat vaksin menyatakan, remaja yang melewati uji klinis berhasil membentuk antibodi yang kuat dan tak mengalami efek samping serius.
ADVERTISEMENT
Sejauh ini, Arab Saudi menggunakan tiga jenis vaksin yakni Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Johnson & Johnson. Arab Saudi terus mempercepat vaksinasi agar herd immunity segera terbentuk.
Arab Saudi merupakan salah satu negara di Asia yang terdampak parah COVID-19. Tercatat jumlah kasus positif mencapai 483.221.
Sedangkan pada Minggu (27/6), Arab Saudi melaporkan ada tambahan 1.218 kasus baru dan 15 pasien meninggal dalam kurun 24 jam.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020