AS Izinkan Vaksin Moderna dan Johnson & Johnson Dipakai untuk Suntikan Booster

21 Oktober 2021 7:06
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
AS Izinkan Vaksin Moderna dan Johnson & Johnson Dipakai untuk Suntikan Booster (583308)
searchPerbesar
Ilustrasi vaksin corona Johnson & Johnson. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat atau FDA pada Rabu (20/10), akhirnya memberikan lampu hijau terhadap vaksin Moderna Inc (MRNA.O) dan Johnson & Johnson (JNJ.N) bisa dijadikan booster atau suntikan ketiga.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, AS hanya menggunakan vaksin Pfizer dalam suntikan booster bagi masyarakat. Dengan begitu, kini ada tiga pilihan vaksin yang bisa dijadikan booster di AS yakni Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson.
"Ketersediaan booster resmi ini penting untuk perlindungan berkelanjutan terhadap penyakit COVID-19," kata Penjabat Komisaris FDA Janet Woodcock dikutip dari Reuters, Kamis (21/10).
AS Izinkan Vaksin Moderna dan Johnson & Johnson Dipakai untuk Suntikan Booster (583309)
searchPerbesar
Petugas memperlihatkan vaksin Moderna di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Foto: Stenly/ANTARA FOTO
Woodcok menjelaskan, data penelitian menunjukkan efektivitas vaksin terus berkurang seiring berjalannya waktu. Artinya, diperlukan suntikan tambahan atau booster agar masyarakat tetap terlindungi dari COVID-19.
Booster menggunakan vaksin Pfizer di AS diberikan dalam rentan enam bulan setelah masyarakat menerima dosis lengkap. Booster hanya diberikan terhadap masyarakat berusia 65 tahun ke atas, mereka yang berisiko penyakit parah dan mereka yang berpotensi terpapar virus karena pekerjaan mereka.
ADVERTISEMENT
Sedangkan terkait rentan waktu pemberian booster menggunakan Moderna atau Johnson & Johnson, panel penasihat FDA merekomendasikan diberikan kepada kelompok yang sama seperti Pfizer.
Namun hal ini masih terus dalam pembahasan. Dalam waktu dekat keputusan akan segera diambil.
Dalam pertemuan panel penasihat FDA, turut dipresentasikan hasil pencampuran vaksin dari studi Institut Kesehatan Nasional AS. Ada 458 peserta menerima kombinasi suntikan dari Pfizer/BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson.
Mereka yang menerima kombinasi vaksin memiliki kekebalan lebih kuat dibanding mereka yang menerima dua dosis dari satu vaksin yang sama.
Sebagai contoh, orang mendapat vaksin Johnson & Johnson dalam vaksinasi pertama, lalu disuntik menggunakan Moderna atau Pfizer dalam vaksinasi kedua memiliki respons kekebalan yang lebih kuat.
ADVERTISEMENT
Sejauh ini, sekitar 11,2 juta penduduk AS telah menerima dosis booster berdasarkan data CDC. Presiden AS Joe Biden merupakan salah satu yang menerima booster.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020