kumparan
News14 Mei 2020 5:30

AS Masukkan Lagi Kuba dalam Daftar Hitam Negara Pendukung Terorisme

Konten Redaksi kumparan
Cover Story - Ilustrasi teroris
Ilustrasi teroris. Foto: Indra Fauzi/kumparan
Amerika Serikat memasukkan kembali Kuba dalam daftar hitam (blacklist) negara yang mendukung dan tak mau bekerjasama dalam pemberantasan terorisme.
ADVERTISEMENT
Kuba bergabung dengan jajaran empat negara lainnya yakni Iran, Korea Utara, Suriah, dan Venezuela. Dengan blacklist itu, Kuba tak bisa membeli senjata dari AS.
AS meningkatkan tekanan pada Havana hanya satu hari setelah Kuba mendesak penyelidikan terorisme atas tembakan yang menghantam kedutaan besarnya di ibu kota AS, Washington DC.
Departemen Luar Negeri AS menyalahkan Kuba atas kehadiran pemberontak ELN sayap kiri Kolombia, yang melakukan perjalanan ke Havana pada 2017 untuk bernegosiasi dengan pemerintah Bogota tetapi belum kembali.
Penembakan di kedutaan Kuba
Anggota Dinas Rahasia Amerika Serikat melakukan penyelidikan penembakan di kedutaan Kuba di Washington, Amerika Serikat. Foto: AFP/NICHOLAS KAMM
Diketahui Presiden Kolombia Ivan Duque yang merupakan sekutu AS menghentikan pembicaraan dengan ELN setelah serangan bom mobil pada Januari di sebuah akademi kepolisian Bogota yang menewaskan 21 personel.
"Penolakan Kuba untuk terlibat secara produktif dengan pemerintah Kolombia menunjukkan bahwa mereka tidak bekerja sama dengan AS untuk mendukung upaya-upaya Kolombia untuk mengamankan perdamaian, keamanan, serta peluang yang adil dan langgeng bagi rakyatnya," kata Departemen Luar Negeri AS seperti dilansir AFP pada Rabu (13/5) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
Langkah yang diambil pemerintahan Trump menjauh dari upaya rekonsiliasi yang dilakukan Barack Obama. Pada 2015 lalu, Obama mengeluarkan Kuba dalam daftar hitam.
Diskusi Publik, Perubahan Konstitusi Negara Kuba
Saat masyarakat Kuba menghadiri diskusi publik tentang perubahan konstitusi negara, Havana, Kuba (13/08/2018). Foto: REUTERS/Tomas Bravo
Sementara itu seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Kuba yang bertanggung jawab atas hubungan dengan AS, Carlos F. de Cossio, menyatakan Kuba sebenarnya adalah "korban terorisme."
"Ada sejarah panjang aksi teroris yang dilakukan oleh pemerintah AS melawan Kuba dan keterlibatan otoritas AS dengan individu dan organisasi yang telah mengorganisir, membiayai, dan mengeksekusi tindakan seperti itu dari wilayah AS," tulis Cossio di akun Twitternya.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
--------------------------------
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan