kumparan
16 Juni 2018 8:34

AS Pisahkan Ribuan Anak Meksiko dari Orang Tuanya

Petugas Patroli AS di perbatasan AS-Meksiko.
Petugas Patroli AS di perbatasan AS-Meksiko. (Foto: Reuters/Mike Blake)
Hampir 2000 anak yang tinggal di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat, harus terpisah dengan orang tuanya. Kejadian itu merupakan buntut dari kebijakan imigrasi 'zero tolerance' yang diterapkan Pemerintah AS.
ADVERTISEMENT
Dari keterangan Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, sebanyak 1995 anak terpaksa dipisahkan dari 1940 orang tuanya yang ditahan imigrasi AS. Mereka ditangkap karena mencoba melintas perbatasan Meksiko-AS tanpa membawa dokumen.
Imigran Meksiko yang ditahan diketahui melintas perbatasan dari 19 April sampai 31 Mei lalu, demikian dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (16/6).
Nantinya, para imigran yang ditahan akan didakwa dengan pasal berlapis. Seperti upaya masuk AS tanpa dokumen, pelanggaran imigrasi, atau melakukan tindak kriminal.
Sementara itu, untuk anak-anak yang orang tuanya ditahan juga berhadapan dengan masalah besar. Jika orang tua mereka terbukti bersalah maka anak-anak ini akan mendapat pengawasan khusus Pemerintah AS atau ikut ditahan.
Akibat kebijakan ini, Presiden AS Donald Trump mendapat kecaman. Pada awal Juni, ribuan orang menggelar demo di beberapa kota meminta Trump merevisi kebijakannya.
ADVERTISEMENT
Komisioner Tinggi PBB untuk HAM bahkan menyebut kebijakan AS itu adalah bentuk interfensi kepada kehidupan keluarga yang melanggar hukum dan pelanggaran serius atas hak anak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan