Ashraf Ghani: Jika Tinggal di Afghanistan, Saya Akan Saksikan Pertumpahan Darah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Foto: REUTERS/Stringer/File Photo
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Foto: REUTERS/Stringer/File Photo

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani buka suara untuk pertama kalinya sejak kabur usai negara itu diambil alih oleh Taliban. Dari persembunyiannya di Uni Emirat Arab, Ghani mengungkap alasannya meninggalkan Afghanistan.

Menurut pengakuan Ghani, dia meninggalkan Kabul untuk mencegah pertumpahan darah. Presiden Afghanistan itu sekaligus membantah tuduhan bahwa dirinya membawa sejumlah besar uang saat dia meninggalkan istana kepresidenan.

“Jika saya tetap tinggal, saya akan menyaksikan pertumpahan darah di Kabul,” kata Ghani dalam sebuah video yang disiarkan di Facebook, dikutip dari Reuters.

kumparan post embed

Ghani telah dikritik keras oleh mantan menteri dan berbagai pihak karena meninggalkan Afghanistan tiba-tiba saat pasukan Taliban memasuki Kabul pada Minggu (15/8). Namun dalam pernyataannya di video itu, Ghani mengatakan kepergiannya adalah saran pejabat pemerintah.

Seorang anggota pasukan Taliban berjaga-jaga di sebuah pos pemeriksaan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/8). Foto: Stringer/REUTERS

Sebelumnya, Ghani dilaporkan kabur ke Tajikistan pada Minggu (15/8).

Pada Rabu (18/8) petang, Kementerian Luar Negeri UEA mengungkap Ghani berada di UEA.

kumparan post embed

Kemlu UEA menambahkan, mereka tidak hanya menerima Ghani, tetapi beserta keluarganya. Mereka menerima rombongan Ghani karena alasan kemanusiaan.

"Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA dapat mengkonfirmasi bahwa UEA telah menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya dengan alasan kemanusiaan," kata Kemlu UEA.