kumparan
26 Februari 2019 12:33

AU India Serang Kamp Militer di Kashmir, Pakistan Naik Pitam

Ilustrasi pesawat tempur Korsel menjatuhkan bom
Ilustrasi pesawat tempur Foto: Reuters/Yonhap
Angkatan Udara India menyerang markas militan di Kashmir. Serangan ini semakin memperkeruh hubungan India dan Pakistan yang berseteru soal kepemilikan Kashmir.
ADVERTISEMENT
"Angkatan Udara telah melancarkan serangan pada pagi tadi ke beberapa kamp teroris yang ada di Garis Kendali dan itu sudah seluruhnya hancur," sebut Menteri Negara Agrikultur India Gajendra Singh seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/2).
Sebelumnya, militer Pakistan menuding jet tempur India telah masuk ke wilayah sengketa Kashmir. Wilayah tersebut masih diberlakukan status gencatan senjata.
Ilustrasi Kota Kashmir
Suasana di Kashmir. Foto: AFP/TAUSEEF MUSTAFA
Pakistan menuduh jet tempur India bukan cuma masuk, tapi juga menembakkan senjata ke beberapa titik.
"AU India sudah melanggar Garis Kendali," sebut juru bicara militer Pakistan Asif Ghafoor.
"(Pesawat India) berhadapan dengan respons yang tepat dan efektif dari AU Pakistan, sehingga mereka melepaskan muatan secara tergesa-gesa dan melarikan diri dekat Balakot. Tidak ada korban atau kerusakan akibat kejadian ini," sambung dia.
Ilustrasi Kota Kashmir
Suasana di Kota Kashmir. Foto: AFP/TAUSEEF MUSTAFA
Garis Kendali atau Line of Control yang disinggung pihak Pakistan dan India adalah perbatasan de facto antara kedua negara yang berada di wilayah sengketa Kashmir.
ADVERTISEMENT
Hubungan India-Pakistan memburuk usai serangan bom mobil di Kashmir beberapa pekan lalu, menewaskan lebih dari 40 anggota paramiliter India.
Kekuatan Militer India dan Pakistan
Kekuatan Militer India dan Pakistan Foto: Basith Subastian/kumparan
Serangan itu membuat India naik pitam. Mereka menuduh kelompok teroris yang didukung pemerintah Pakistan sebagai otak serangan. India juga menyatakan akan balas dendam.
Pakistan menyatakan, mereka tidak tahu soal serangan itu dan tidak akan tinggal diam jika India balas dendam.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan