kumparan
18 Februari 2020 22:09

Awal Mula Bentrok Ojol dengan Debt Collector di Rawamangun

PTR Lokasi bentrokan antara massa debt collector dengan ojol
Lokasi bentrokan antara massa debt collector dengan ojol di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Bentrokan terjadi antara driver ojol dengan debt collector atau mata elang di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (18/2) sore. Kejadian ini persisnya di Jalan Pemuda, berdekatan dengan rumah sakit Antam, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
Informasi yang dihimpun di sekitar TKP, bentrok ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Mulanya, cek cok terjadi antara seorang driver ojol dengan si mata elang.
“Tadi sekitar pukul empat lah ya. Itu di sana ojol sama penarik (debt collector atau mata elang) itu,” ungkap Udin (52), salah seorang warga di sekitar lokasi.
Informasi dari sumber lainnya, bentrok dipicu tindakan mata elang mengambil paksa motor seorang pengemudi di jalan. Driver ojol berusaha menolong si pemotor dan mengingatkan mata elang agar tak memakai cara-cara kasar.
Lokasi bentrokan antara massa debt collector dengan ojol
Lokasi bentrokan antara massa debt collector dengan ojol di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Namun, peringatan itu menuai amarah mata elang. Singkat cerita, adu fisik pun terjadi.
“Jadi ojol ini nolongin perempuan yang mau diambil motornya. Itu setop paksa di jalan itu nggak boleh. Tapi dianya (mata elang) malah marah, akhirnya kejadian,” ungkap salah seorang driver ojol, Agus, di lokasi, kepada kumparan.
ADVERTISEMENT
Keributan antara mata elang dan ojol itu pun menarik perhatian banyak driver ojol di sekitar lokasi. Hingga ojol yang kebetulan lewat pun berhenti.
Kata Agus, ada ratusan driver ojol di Jakarta Timur waktu itu berkumpul di lokasi kejadian, dan terlibat cekcok dengan kelompok mata elang yang juga bertambah banyak datang.
Lokasi bentrokan antara massa debt collector dengan ojol
Lokasi bentrokan antara massa debt collector dengan ojol di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
“Kebetulan di lokasi itu memang banyak mereka (mata elang) yang tinggal di sana. Sekitar puluhan. Tapi ojol udah ratusan itu, jalanan aja macet total,” tutur Agus.
Agus mengatakan, bentrok itu terjadi dalam hitungan tidak begitu lama karena polisi segera tiba di lokasi. Sekitar pukul 17.00 WIB, kata Agus, polisi sudah berhasil melerai bentrokan itu.
Polisi sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan udara untuk melerai massa.
ADVERTISEMENT
“Ada beberapa kali tadi, pas rame-rame itu ditembaki ke udara. Lalu pas mau ngangkut bawa korban dan mata elang ke kantor polisi,” terang Agus.
Driver ojol itu (yang bentrok di awal kejadian) luka di tangannya, tidak parah,karena mereka pakai senjata tajam,” sambungnya.
Pantauan kumparan, sampai sekitar pukul 20.00 WIB, lokasi terjadinya bentrokan masih dijaga oleh beberapa personel polisi. Tampak kelompok-kelompok kecil ojol juga berada di lokasi.
Saat ini, driver ojol yang menjadi korban luka dan beberapa orang mata elang berada di kantor Polres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan polisi.
"Iya, sekarang lagi dibawa ke Polres," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo, saat dikonfirmasi, Selasa (18/2).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan