kumparan
News22 Mei 2020 23:15

Awal Mula Klaster Corona Pasar Kobong Semarang: 3 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Konten Redaksi kumparan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
Klaster baru kasus positif virus corona kembali bertambah di Jawa Tengah. Klaster baru itu yakni Klaster Pasar Rejomulyo Lama atau Pasar Kobong Semarang.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam, menjelaskan kronologi munculnya klaster baru itu. Ia mengatakan, semula pihaknya mendapatkan laporan ada tiga kasus positif virus corona dan satu meninggal dunia di RS Sultan Agung Semarang. Mereka belakangan diketahui merupakan pedagang di Pasar Kobong.
"Dari informasi itu, dua hari lalu kita lakukan rapid test awal di sana dan dapat enam orang yang hasilnya reaktif," kata Hakam di Pasar Kobong, Jumat (22/5).
Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang melakukan RDT
Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang melakukan RDT dan PCR ke Pedagang dan Pembeli di Pasar Kobong Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
Keenam orang tersebut kemudian diisolasi ke rumah dinas Wali Kota Semarang untuk diambil uji swab dan hasilnya positif. Kemudian pelacakan dilakukan dan didapatkan 11 kontak dekat.
"Rentetan yang kontak (dengan enam pasien reaktif) ini ada 11 yang semuanya warga Semarang. Jadi total 21," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Dari hasil itu, pihaknya langsung berkomunikasi dengan DKK Kabupaten Demak untuk mengadakan rapid test. Sebab aktivitas jual beli di Pasar Kobong cukup tinggi dan warga yang datang tak hanya dari Semarang.
"DKK Kabupaten Demak mereka adakan rapid test di Pasar Ikan Sayung, (hasilnya) ada reaktif lima. Jadi dari kasus dahulu dan sekarang ditemukan jumlah sekitar 26," ujarnya.
Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang melakukan RDT
Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang melakukan RDT dan PCR ke Pedagang dan Pembeli di Pasar Kobong Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
Hakam mengatakan, penutupan Pasar Kobong selama enam hari penting untuk memutus mata rantai sebaran COVID-19.
"Selama enam hari ke depan sementara ditutup dalam rangka desinfektan supaya nanti pasar steril," ucapnya.
Rapid test dan PCR di Pasar Kobong kembali dilakukan dan lima orang menunjukkan hasil reaktif. Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang Mayor CPM F Okto Femula mengatakan, pihaknya besok akan menindaklanjuti penutupan Pasar Kobong dengan melakukan penyekatan.
ADVERTISEMENT
"Jadi kita nanti akan bantu sterilkan, kemudian selama enam hari itu berturut-turut dibersihkan dan kita lakukan penyekatan supaya nanti tidak berdekatan seperti saat ini," ujarnya.
==========
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan