kumparan
3 Januari 2020 9:24

Awali 2020, Sri Lanka Minta Bus Kecilkan Volume Musik

Bus di Sri Lanka
Bus di Sri Lanka. Foto: LAKRUWAN WANNIARACHCHI / AFP
Memulai 2020, Pemerintah Sri Lanka menginstruksikan pengelola bus untuk mengecilkan volume musik.
ADVERTISEMENT
Instruksi untuk mengecilkan volume mulai berlaku pada Kamis (1/2) waktu setempat. Seruan datang setelah pemerintah menerima banyak komplain.
Bus di Sri Lanka
Bus di Sri Lanka. Foto: ISHARA S. KODIKARA / AFP
"Menteri Transportasi Mahinda Amaraweera memberikan waktu sampai 15 Januari untuk secara suka rela mengecilkan volume atau mereka akan dihukum," sebut juru bicara Kementerian Transportasi Sri Lanka Dharma Wannnayake seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/1).
Tidak diungkapkan hukuman apa yang akan dijatuhkan jika melanggar perintah tersebut.
Ada sebanyak 20 ribu bus milik swasta di Sri Lanka. Mereka kerap memutar berbagai musik lokal dengan suara keras.
Bus di Sri Lanka
Bus di Sri Lanka. Foto: LAKRUWAN WANNIARACHCHI / AFP
Tidak cuma pada trayek lokal, bus-bus antar kota antar provinsi juga memutar musik dengan volume besar.
Wannnayake menegaskan, komplain terhadap perilaku sopir bus sebenarnya sudah lama diterima pemerintah. Bahkan, seruan pelarangan sempat menjadi trending penguna media sosial di Sri Lanka.
ADVERTISEMENT
Agar seruan ini berjalan, Komisi Transportasi Nasional (NTC) menawarkan regulator bus swasta untuk memainkan 1.000 lagu lokal secara gratis. Asalkan dimainkan dengan volume wajar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan