kumparan
7 Feb 2019 20:40 WIB

Awan Panas Guguran Kembali Terjadi di Merapi

Puncak Gunung Merapi Foto: youtube
Awan panas guguran kembali terjadi di Gunung Merapi pada, Kamis (7/2) petang. Ketua Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sunarta membenarkan bahwa awan panas guguran teramati CCTV pukul 18.28 WIB
ADVERTISEMENT
“Inggih leres (iya benar terpantau terjadi awan panas guguran). Luncurannya ke (arah) Kali Gendol,” kata Sunarto saat dikonfirmasi wartawan.
Lanjutnya jarak luncur awan panas guguran tersebut mencapai 2 km. Sementara durasi luncuran mencapai 215 detik. Sepengetahuannya ini merupakan luncuran guguran terjauh.
“Untuk selama ini iya yang paling jauh. (Tapi) Masih aman,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa status Gunung Merapi masih sama seperti sebelumnya yaitu level II atau Waspada. Masyarakat pun diminta untuk tidak melakukan aktivitas di radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.
“Saya pikir anjuran masih sama di tidak aktivitas di radius 3 km dari puncak,” katanya.
Sebelumnya, awan panas guguran sempat terjadi pada Selasa (29/1) lalu. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi tiga kali awanpanas guguran di Gunung Merapi pada waktu itu.
ADVERTISEMENT
“Berdasarkan analisis visual kejadian dan deposit, guguran yang tadi malam terjadi tanggal 29 Januari pukul 20.17 WIB, 20.53 WIB, dan 21.41 WIB kami simpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan awan panas guguran,” ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida saat jumpa pers di kantornya, Rabu (30/1).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan