News
·
20 Oktober 2020 0:11

Ayah Kenang Sosok Anaknya di Aceh yang Dibunuh karena Cegah Ibunya Diperkosa

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ayah Kenang Sosok Anaknya di Aceh yang Dibunuh karena Cegah Ibunya Diperkosa (532149)
Polisi menujukkan pelaku pemerkosaan saat rilis di Polres Langsa. Foto: Dok. Istimewa
Kematian bocah 9 tahun di Langsa, Aceh, yang dibunuh karena melindungi ibunya dari pemerkosaan masih menjadi duka masyarakat. Keberanian anak mengundang simpati sekaligus kesedihan, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.
ADVERTISEMENT
Salah satu keluarga yang masih terpukul yakni Fadli, ayah kandungnya. Keberadaan putra Aceh itu masih terbayang di pikirannya.
Di dalam hati kecilnya, Fadli sangat bangga dengan keberanian putranya yang martir. Fadli mencoba mengikhlaskan kepergian sulung dari dua bersaudara itu.
“Alhamdulillah punya anak seperti itu. Ya, [saya] bangga. Belum tentu saya yang setua ini, bisa seperti dia. Jadi, kepergiannya itu tidak sia-sia. Saya bisa mengikhlaskannya,” ujar Fadli, kepada wartawan, di kediamanmya di Jalan Bunga Terompet, Medan Selayang, Medan, Senin (19/10).
Ayah Kenang Sosok Anaknya di Aceh yang Dibunuh karena Cegah Ibunya Diperkosa (532150)
Wajah pelaku pemerkosa di Aceh yang bacok anak korban hingga Tewas. Foto: Dok. Istimewa
Fadli tak menyangka putranya pergi begitu cepat. Sebab, sebelumnya, anak itu dan adiknya tinggal bersama Fadli di Medan, sedangkan ibunya di Aceh. Musababnya, mereka berdua telah bercerai sejak 2 tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Lalu, pada Minggu (4/10), mantan istrinya itu menjemput putra mereka di rumah Fadli. Anak mereka kemudian dibawa ke Aceh dan akan sekolahkan di sana. Pada saat dijemput, kebetulan Fadli sedang bekerja.
Mantan istri sekaligus korban pemerkosaan, meminta izin mertua perempuannya untuk membawa putra mereka ke Aceh. Surat pindah sekolah pun diurus langsung oleh mantan istrinya. Pada saat itu, Fadli sempat ragu mengizinkannya.
“Sempat, [tapi], saya kan nggak bisa nahan-nahan juga. Dia juga punya hak. Tapi, kan enggak salah saya perlu tahu alamatnya. Makanya saya pengin ketemu, tapi dia entah alasan kenapa, mungkin pengin cepat,” ujar Fadli.
Meskipun dipisahkan jarak, Fadli tetap berkomunikasi dengan putranya. Dia selalu menanyakan ke anaknya, apakah ia betah tinggal di sana.
ADVERTISEMENT
“Dia jawab: betah, Yah. Dia bilang mau sama mamaknya di Aceh," ujar Fadli menirukan ucapan putranya.
Tetapi saat itu, Fadli tidak tahu bahwa putranya dibawa ke Langsa. Sepengetahuannya, mantan istrinya membawa putra mereka ke Banda Aceh.
Hingga pada akhirnya, dia menerima kabar putranya telah tewas dibunuh. Kabar buruk itupun dia peroleh dari temannya melalui media sosial.
“Dari teman ada yang bagikan. 'Fadli, ini beneran anakmu?' Ini benar. Kemudian saya langsung pulang kabari keluarga. Kemudian hubungi keluarga mantan istri saya, enggak tahu juga mereka, hp-nya enggak aktif. Semakin bingunglah,” ujar Fadli.
Selanjutnya, Fadli memperoleh kepastian dari mantan mertuanya bahwa putranya telah dibunuh. Jenazahnya ditemukan mengambang di Sungai Gampong Alue, Langsa, Aceh Timur, Minggu (11/10).
ADVERTISEMENT
Mendapat kabar itu, Fadli langsung bergegas ke Langsa. Di sana, dia sempat melihat tubuh putranya penuh luka sayatan dan tusukan, sebelum keesokan harinya dimakamkan.
“Karena kondisi jenazah, kami keluarga memutuskan tidak membawanya ke Medan dan dikebumikan di Aceh,” ujar Fadli
Mengenai sosok putranya yang begitu sayang kepada ibunya, Fadli mengaku tidak heran. Sejak kecil, sikap itu memang sudah melekat pada anaknya.
"Anak saya itu memang pembela, jadi kalau saya dengar dari cerita pembelaan dia kepada ibunya, memang saya yakin betul anak saya memang begitu," kata Fadli.
Ayah Kenang Sosok Anaknya di Aceh yang Dibunuh karena Cegah Ibunya Diperkosa (532151)
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Foto: Faisal Rahman/kumparan
Bahkan kata Fadli, jika ia sedang cekcok dengan mantan istrinya itu, anaknya akan selalu memihak ke ibunya.
“Memang sayang kali [dia] sama ibunya. Kalau sama saya masih bantah, kalau sama ibunya langsung nurut. Kalau ada yang nyinggung soal ibunya, dia marah,” ujar Fajar.
ADVERTISEMENT
Selain itu, putranya dikenal sebagai anak yang baik dan menyayangi adiknya. Ingatan itu masih terngiang di pikiran Fadli.
Ketika itu di bulan September 2020, anaknya berulang tahun yang ke-9. Putranya membuat perayaan secara sederhana.
“Rencananya juga saya mau membelikan handphone untuk belajar daring, tapi dia mintanya dibelikan mobil remote control," ungkapnya.
Lalu sebelum pergi ke Aceh, anaknya menitipkan remote control itu ke adiknya.
“Sayang sekali sama adiknya (mereka) selalu akur," kenang Fadli
Saat itu, Fadli sama sekali tidak menyangka remote control yang diberikan ke putra bungsunya, jadi kenang-kenangan terakhir untuknya.
Sebelumnya, aksi pemerkosaan dan pembunuhan terjadi di Kecamatan Birem Bayeun, Langsa, Aceh Timur, pada Sabtu (10/10) dini hari. Ibu anak itu diperkosa oleh pelaku bernama Samsul Bahri (42)
ADVERTISEMENT
Samsul Bahri lalu ditahan di sel Mapolres Langsa. Sepekan mendekam di sana, Samsul meninggal dunia, pada Minggu (18/10) sekitar pukul 00.00 WIB karena dugaan sesak napas.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.