News1 Agustus 2020 6:43

Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui

Konten Redaksi kumparan
Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui (1081566)
Terpidana kasus korupsi Djoko Tjandra bersiap menandatangani berita acara penyerahterimaan kepada Kejaksaan Agung di kantor Bareskrim Mabes Polri. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
Habis sudah pelarian Djoko Tjandra selama 11 tahun. Sejak kabur pada 2009, terpidana kasus hak pengalihan tagihan (cessie) Bank Bali itu akhirnya berhasil ditangkap Kamis (30/7) kemarin di Malaysia.
ADVERTISEMENT
Djoko Tjandra ditangkap tak lama setelah kegaduhan ketika ia tiba-tiba ada di Jakarta Selatan pada Juni 2020 lalu.
Kelakuan Djoko Tjandra yang telah bersembunyi di beberapa negara, dan kehadirannya di Indonesia 'ditutupi' oleh aparat penegak hukum, membuat geleng-geleng kepala. Bahkan, dia juga memiliki paspor Papua Nugini.
Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui (1081567)
Petugas kepolisian membawa buronan kasus korupsi Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (30/7/2020). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
Penangkapan Djoko Tjandra dilakukan langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, yang menjemputnya di Kuala Lumpur, Malaysia. Penangkapan ini bersamaan dengan ditetapkannya pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam kasus surat jalan.
Kini, Djoko Tjandra telah resmi diserahkan Bareskrim Polri kepada Kejaksaan Agung, untuk kemudian dieksekusi ke pihak Ditjen Pemasyarakatan.
"Kami eksekusi ke pemasyarakatan, dengan ini maka tugas kejaksaan selesai, status terpidana menjadi warga binaan," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Ali Mukartono, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).
Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui (1081568)
Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (tengah) dibawa petugas Kepolisian. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
Namun, Djoko Tjandra tidak akan ditahan di lapas, melainkan dititipkan di Rutan Mabes Polri. Penitipan penahanan dilakukan karena polisi masih membutuhkan sejumlah keterangan dari Djoko Tjandra terkait kasus dugaan surat jalan dan aliran dana, salah satunya dilakukan terhadap Brigjen Prasetijo.
ADVERTISEMENT
"Kita lanjutkan pemeriksaan terkait kasus yang berkaitan surat jalan, surat rekomendasi, dan juga kemungkinan lidik terkait adanya aliran dana," ungkap Listyo.
Listyo menjelaskan, Djoko Tjandra juga tak akan ditempatkan dalam sel yang sama dengan Brigjen Prasetijo, meski sama-sama ditahan di Rutan Mabes Polri.
Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui (1081569)
Terpidana kasus korupsi Djoko Tjandra (tengah) dibawa petugas Kepolisian saat penandatanganan berita acara penyerahterimaan kepada Kejaksaan. Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
"Terkait penempatan (Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo) tentunya kita pisahkan, karena memang, dengan Djoko Tjandra, kita masing-masing memiliki kepentingan untuk kami melakukan pendalaman. Tidak mungkin kita jadikan satu," jelas Listyo.
Dengan eksekusi ini, maka Djoko Tjandra akan menjalani hukuman 2 tahun penjara. Selain itu, penempatan Djoko Tjandra di Rutan Salemba cabang Mabes Polri hanya bersifat sementara sampai pemeriksaan selesai.

Bagaimana dengan nasib pengacara Djoko Tjandra dan tiga jenderal yang membantunya?

Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui (1081570)
Pengacara dari buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra, Anita Kolopaking usai menjalani pemerikaan di Gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta. Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
Anita diduga memiliki andil besar dalam memandu kliennya membuat e-KTP Kelurahan Grogol Selatan dan mendaftarkan peninjauan kembali (PK) di PN Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
Selain Anita, skandal surat sakti Djoko Tjandra juga turut menyeret tiga jenderal di institusi Polri. Pertama, Brigjen Prasetijo Utomo yang menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra. Saat itu, ia menjabat sebagai Karo Karwas PPNS Bareskrim Polri.
Prasetijo ikut membantu Djoko Tjandra membuat surat jalan termasuk surat bebas COVID-19 dari dokter Polri, sehingga bisa bebas bepergian selama di Indonesia, termasuk ke Pontianak.
Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui (1081571)
Surat keterangan pemeriksaan COVID-19 diduga milik Djoko Tjandra yang beredar. Foto: Dok. Istimewa
Lalu Polri juga mencopot Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia. Brigjen Nugroho dicopot lantaran melanggar kode etik terkait penyampaian terhapusnya nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol ke Imigrasi. Penyampaian tersebut tanpa sepengetahuan atasan.
Namun kemudian, Polri mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Imigrasi pada 5 Mei 2020. Surat itu bernomor B/186/V/2020/NCB.Div.HI dan ditandatangani oleh Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho S Wibowo.
Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui (1081572)
Brigjen Prasetijo di tahanan. Foto: Dok. Istimewa
Surat itu berisi pemberitahuan bahwa nama Djoko Tjandra sudah terhapus dari sistem data red notice. Atas surat itu, Ditjen Imigrasi menghapus data Djoko Tjandra dari sistem perlintasan dalam kurun 13 Mei hingga 27 Juni. Diduga, akibat dari adanya surat tersebut, dan pencabutan red notice, Djoko Tjandra bisa masuk ke Indonesia dengan mudah.
ADVERTISEMENT
Dan terakhir ada Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte yang ikut dicopot dari jabatannya karena terlibat dalam kasus buronnya Djoko Tjandra. Ia dicopot lantaran dinilai lalai mengawasi bawahannya, Brigjen Nugroho, serta melanggar kode etik terkait surat red notice Djoko Tjandra.
Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui (1081573)
Menkopolhukam Mahfud MD ketika melakukan teleconference dengan awak media. Foto: Dok. Humas Menkopolhukam
Menko Polhukam Mahfud MD juga meminta seluruh masyarakat ikut mengawal proses hukum Djoko Tjandra. Mahfud mengatakan, keberhasilan penangkapan Djoko Tjandra ini juga tak lepas dari dorongan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat telah berperan mengawasi kasus kaburnya Djoko Tjandra hingga keterlibatan aparat penegak hukum, mulai dari pejabat Polri hingga jaksa.
"Kita kawal, gimana pun saya sebagai Menkopolhukam berterima kasih ke masyarakat, karena kalau jadi berita yang tak dapat dorongan kuat tentu peristiwa hari ini tak terjadi, kasus (Djoko Tjandra) lenyap," kata Mahfud dalam live Kompas TV, Kamis (30/7) malam.
Babak Baru Djoko Tjandra yang Kini Berakhir di Bui (1081574)
Infografik Polisi yang Terkait Kasus Djoko Tjandra. Foto: Jarwo/kumparan
ADVERTISEMENT
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white