Badan Intelijen Rusia Berencana Tangkap Wakil PM dan Wakil Menlu Ukraina

6 Desember 2022 20:01
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil PM Ukraina, Iryna Vereshchuk. Foto: President of Ukraine official Website
zoom-in-whitePerbesar
Wakil PM Ukraina, Iryna Vereshchuk. Foto: President of Ukraine official Website
ADVERTISEMENT
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) dikabarkan mengajukan penangkapan in absentia dua menteri Ukraina yang dituding melanggar integritas teritorial Rusia pada Selasa (6/12).
ADVERTISEMENT
FSB berencana menangkap Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk. Perempuan berusia 43 tahun tersebut juga menjabat sebagai Menteri untuk Reintegrasi Wilayah Pendudukan.
Badan intelijen ini turut menargetkan penangkapan Emine Dzhaparova. Perempuan berusia 39 tahun tersebut menempati jabatan Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina.
"Pengadilan menerima petisi dari penyelidikan untuk memilih tindakan penahanan dalam bentuk penahanan in absentia terhadap Emine Aiyarovna Dzhaparova dan Iryna Andriyivna Vereshchuk," terang sumber pengadilan, dikutip dari RIA Novosti, Selasa (6/12).
Wakil Menlu Ukraina, Emine Dzhaparova. Foto: President of Ukraine official Website
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menlu Ukraina, Emine Dzhaparova. Foto: President of Ukraine official Website
Pengadilan belum menetapkan tanggal untuk mempertimbangkan pengajuan itu. Pihak berwenang mengatakan, kedua pejabat sudah masuk dalam daftar buronan internasional Rusia.
Rusia mengeklaim telah mencaplok empat wilayah Ukraina yang baru dikuasai sebagian oleh pasukannya pada September, termasuk provinsi timur Donbass—yang terdiri dari Donetsk dan Luhansk.
ADVERTISEMENT
Dua wilayah lainnya adalah provinsi selatan, Kherson dan Zaporizhzhia. Otoritas pro-Rusia menyelesaikan referendum untuk bergabung dengan negara itu pada 23 hingga 27 September.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Keempat provinsi tersebut membentuk jalur darat yang penting untuk menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Krimea.
Referendum aneksasi tidak hanya memperluas jangkauan militer Rusia. Pemungutan suara ini juga menandakan eskalasi signifikan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengunjungi Kherson, Ukraina, Senin (14/11/2022). Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengunjungi Kherson, Ukraina, Senin (14/11/2022). Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Reuters
Pasalnya, Rusia mengaku akan memanfaatkan segala persenjataan yang tersedia untuk melindungi wilayahnya yang baru bergabung, termasuk dengan menggunakan senjata nuklir.
Kendati demikian, tokoh politik senior Ukraina tetap melakukan perjalanan ke wilayah yang diklaim telah dianeksasi Rusia.
Disadur dari AFP, Vereshchuk berkunjung ke Kherson setelah pasukan Ukraina merebut kembali kota ini pada November.
Sementara itu, Dzhaparova menyerukan dukungan internasional untuk memberantas pendudukan Rusia di Semenanjung Krimea. Wilayah tersebut dicaplok dari Ukraina pada 2014.
ADVERTISEMENT
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, turut melakukan perjalanan ke Sloviansk di dekat garis depan wilayah Donbass pada Selasa (6/12).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020