kumparan
14 Januari 2019 19:20

Bagaimana CVR Lion Air Bisa Ditemukan padahal Sempat 'Hilang'?

Penyerahan CVR Lion Air dari TNI-AL kepada KNKT di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/1/2019). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Setelah dicari selama 2,5 bulan, Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air akhrinya berhasil ditemukan dan diangkat ke daratan. Pencarian CVR ini memang tak semudah Flight Data Recorder (FDR) yang bisa ditemukan saat masa pencarian masih aktif. Terlebih, sinyal CVR sempat dinyatakan tak terdengar lagi alias hilang.
ADVERTISEMENT
Proses pencarian CVR akhirnya diputuskan untuk kembali dilakukan. Tim penyelam TNI AL yang terdiri atas Dislambair dan Kopaska Koarmada I ini hanya memiliki waktu 15 hari. Sebab, baterai CVR hanya bertahan selama 90 hari sejak kecelakaan 29 Oktober 2018.
Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT-610 yang di temukan di Ujung Karang, Bekasi, Senin (14/1). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Langkah pertama yang dilakukan oleh Tim TNI AL dan KNKT, yakni menyingkirkan sebanyak mungkin lumpur dan puing yang diduga menjadi penyebab sinyal itu tak terdengar.
"Kita fokus lagi angkat puing kita semprot lumpur karena ketebalan lebih dari 30 cm, dia di bawah lumpur," kata Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/1).
Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono menunjukkan Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT-610 yang ditemukan di perairan Ujung Karawang, Bekasi, Senin (14/1). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Selain kendala lumpur, tim gabungan juga harus berhadapan dengan cuaca sudah masuk musim penghujan. Hal ini sangat berdampak pada proses pencarian terutama masalah jarak pandang di dasar laut.
ADVERTISEMENT
Pencarian pun difokuskan di area 5x5 meter yang pada pencarian sebelumnya sudah dipetakan oleh KNKT. Di area tersebut, Harjo mengatakan, pencarian difokuskan dengan mengangkat puing-puing di lokasi karena terdapat dugaan sinyal ping terhalang oleh puing tersebut.
"Sebelumnya KNKT sudah lokalisir 5x5 meter kemungkinan di situ ada CVR kita fokus di situ. Ada puing-puing kita singkirkan," ucap Harjo.
CVR Lion Air JT-610 yang berhasil ditemukan. (Foto: Dok. Pushidro TNI AL)
Selama penyelaman, setiap anggita tim baik dari Dislambair atapun Kopaska hanya diizinkan menyelam sekali dalam sehari. Arus bawah laut yang cukup deras, jarak pandang yang cepat berubah, dan faktor keselamatan penyelam.
Tim akhirnya memutuskan untuk kembali bergerak pagi hari saat arus mulai tenang. Teknik circle digunakan kali ini. Akhirnya sekitar pukul 08.40 WIB, tim gabungan berhasil menemukan CVR yang mengendap di kedalaman lebih dari 30 meter. CVR tersebut ditemukan dalam kondisi utuh.
Kopaska menuju lokasi ditemukannya CVR. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
"Hanya lecet saja secara fisik asumsinya di dalam itu punya kemampuan agar tak sampai rusak. Pengalaman yang sudah-sudah kita dapatkan CVR yang ditemukan enggak rusak. Asumsinya tidak rusak ini, kecuali (rusak) dari pabriknya," ujar Harjo.
ADVERTISEMENT
CVR ditemukan oleh tim penyelam dari Dislambair dan Kopaska Koarmada 1 pada pukul 08.40 WIB dan tertimbun lumpur 8 meter. CVR terletak tidak jauh dari titik jatuhnya Lion air JT-610 dan masih dalam radius 10 meter dari lokasi penemuan FDR. CVR bersama FDR merupakan komponen kotak hitam (black box).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan