SQ- COVID Section 2 Kapan Perlu Tes Corona

Bagaimana Tahapan Tes Corona?

14 April 2020 16:45
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bagaimana Tahapan Tes Corona? (236886)
zoom-in-whitePerbesar
Rapid test corona di Bekasi. Foto: ANTARA/ Fakhri Hermansyah
Rapid test menjadi pilihan pemerintah Indonesia dalam mendeteksi kasus corona. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah, dan hasilnya akan keluar 10-15 menit kemudian.
Sejumlah kalangan mendapat prioritas untuk dites, seperti yang dilakukan Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang membagi kategori sebagai berikut:
  1. Kontak erat risiko rendah: pernah kontak dengan pasien dalam pemantauan (PDP).
  2. Kontak erat risiko tinggi: pernah kontak dengan pasien positif atau suspect corona.
  3. Orang dalam pemantauan (ODP): demam lebih dari 38º C/punya riwayat demam; memiliki gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/batuk/sakit tenggorokan, dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memenuhi salah satu kriteria berikut: - Punya riwayat perjalanan/tinggal di luar negeri yang memiliki transmisi lokal. - Punya riwayat perjalanan/tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.
Untuk rapid test, terdapat dua prosedur yang diterapkan, yaitu pelacakan aktif dan pasif.
A. Pelacakan aktif
Bagaimana Tahapan Tes Corona? (236887)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah untuk karantina ODP di Jababeka, Cikarang, Bekasi. Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Pada pelacakan aktif, petugas puskesmas terjun ke lapangan menemui pasien dengan prosedur berikut:
  1. Menghubungi pasien dengan riwayat kontak erat risiko rendah, tinggi, dan ODP untuk rapid test dengan form PE (penyelidikan epidemiologi).
  2. Menjelaskan prosedur pemeriksaan rapid test, mengkomunikasikan risiko bila terpapar corona, dan meminta persetujuan tindak perawatan (informed consent) kepada pasien.
  3. Melakukan rapid test dan pencatatan.
  4. Bila hasil rapid test positif, dilakukan pengambilan swab untuk tes lanjutan PCR (Polymerase Chain Reaction), isolasi mandiri, atau merujuk pasien terkait ke RS/shelter (tergantung tingkat keparahan) selama menunggu hasil PCR.
  5. Bila kondisi pasien memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, ia dirujuk ke RS.
  6. Bila hasil rapid test negatif, pasien diinformasikan untuk melakukan: - Isolasi mandiri selama 14 hari. Dalam masa isolasi itu, bila kondisinya memburuk, ia dirujuk ke RS untuk dites PCR. - Tes rapid ulang (satu kali) pada hari ke 7-10 setelah tes awal.
B. Pelacakan pasif
Bagaimana Tahapan Tes Corona? (236888)
zoom-in-whitePerbesar
Tenaga medis menggunakan alat pelindung diiri saat melayani warga yang akan berobat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dumai Kota di Dumai, Riau. Foto: ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Pelacakan pasif dilakukan puskesmas bersama rumah sakit. Di sini, pasien dapat datang langsung ke fasilitas kesehatan terdekat. Berikut prosedurnya:
  1. Pasien datang berobat ke puskesmas/RS.
  2. Petugas kesehatan menentukan kriteria pasien (apakah beresiko rendah/tinggi/ODP).
  3. Pasien dirujuk ke laboratorium untuk rapid test corona.
  4. Petugas menjelaskan prosedur pemeriksaan rapid test, mengkomunikasikan risiko bila terpapar corona, dan informed consent.
  5. Petugas melakukan rapid test dan pencatatan.
  6. Bila hasil rapid test positif, dilakukan pengambilan swab untuk tes PCR, isolasi mandiri, atau merujuk pasien terkait ke RS/shelter (tergantung tingkat keparahan) selama menunggu hasil PCR.
  7. Bila kondisi pasien memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, ia dirujuk ke RS.
  8. Bila hasil rapid test negatif, pasien diinformasikan untuk melakukan: - Isolasi mandiri selama 14 hari. Dalam masa isolasi itu, bila kondisinya memburuk, ia dirujuk ke RS untuk dites PCR. - Tes rapid ulang rapid (satu kali) pada hari ke 7-10 setelah tes awal.
Beda Rapid Test dan PCR
Bagaimana Tahapan Tes Corona? (236889)
zoom-in-whitePerbesar
Alat PCR di Laboratorium RS Pertamina Jaya. Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
PCR, menurut juru bicara penanganan corona RI Achmad Yurianto, merupakan tindak lanjut dari rapid test. PCR ialah tes dengan metode pengambilan swab dahak dari tenggorokan pasien. Tes ini memiliki akurasi mencapai 90 persen.
“Tes PCR kita adalah tes untuk menegakkan diagnosa dari mekanisme screening terarah,” ujar Yurianto.
Maka, deteksi awal corona tidak dilakukan dengan PCR.
“Kita enggak akan screening dengan PCR. Screening kita adalah rapid test, di samping juga melakukan tracing dan analisis terhadap risiko kontak yang tinggi,” kata Yurianto, Rabu (8/4).
Bagaimana Tahapan Tes Corona? (236890)
zoom-in-whitePerbesar
Rapid test corona di Bogor. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Jadi, lanjut Yurianto, rapid test dan PCR punya fungsi masing-masing. Rapid test untuk membaca potensi kasus, sedangkan PCR untuk memvalidasi kasus tersebut.
Artinya, menurut Yuri, cara kerja PCR tidak acak seperti rapid test.
Bagaimana Tahapan Tes Corona? (236891)
zoom-in-whitePerbesar
Tenang dan tetap waspada. Ilustrasi: Sabryna Putri Muviola/kumparan
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Virus corona kini ada di keseharian kita. Tanpa kita sadari, bisa jadi kita bersinggungan dengannya. Sudahkah kita tahu apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengannya?
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten