News17 September 2020 16:26

Bamsoet Desak Pejabat yang Positif Corona Diumumkan Secara Terbuka

Konten Redaksi kumparan
Bamsoet Desak Pejabat yang Positif Corona Diumumkan Secara Terbuka (12791)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (MAHUTAMA), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Senin (20/1/20). Foto: Dok. MPR RI
Ketua MPR Bambang Soesatyo mendesak pemerintah hingga kementerian terbuka memberikan informasi jika ada menteri, pemimpin daerah hingga pejabat publik yang dinyatakan positif corona.
ADVERTISEMENT
Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengatakan, dengan keterbukaan informasi itu, maka akan membuat proses pelacakan berjalan cepat demi mencegah penularan virus corona.
"Diharapkan pemerintah dapat menginformasikan secara terbuka apabila ada pejabat publik, baik menteri, gubernur, bupati, wali kota, sekretaris wilayah, hingga stafnya, yang terpapar COVID-19. Sehingga pelacakan atau tracing dapat segera dilakukan dan meluasnya penyebaran COVID-19 dapat dicegah dengan segera," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/9).
Perkantoran pemerintahan kini menjadi salah satu klaster penyebaran COVID-19. Bamsoet meminta agar seluruh karyawan diberikan alat pelindung diri.
"Mendorong aparat kementerian maupun lembaga agar melengkapi alat pelindung diri/APD, baik dalam bertugas di kantor maupun tugas lapangan," ucap Bamsoet.
Selain itu, Bamsoet meminta kantor kementerian dan lembaga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Menurutnya, seorang pejabat publik harus menjadi contoh bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Termasuk penerapan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas yang dilakukan, guna mencegah meluasnya penularan COVID-19 dan pejabat publik sebagai salah satu tokoh publik yang harus memberikan contoh baik kepada masyarakat," kata dia.
Mantan Ketua DPR meminta kementerian dan lembaga harus terbuka terkait kebutuhan penanganan virus corona seperti alat kesehatan hingga biaya perawatan agar meningkatkan kepercayaan publik.
"Mendorong kementerian dan lembaga agar mengedepankan transparansi dan keterbukaan terhadap COVID-19 baik mengenai kebutuhan alat kesehatan maupun biaya perawatan. Sehingga penanganan dapat dilakukan dengan efektif dan mata rantai penyebaran COVID-19 dapat segera diputus, dan juga menambah kepercayaan masyarakat akan kinerja pemerintah," ucap Bamsoet.
Terkahir, Bamsoet mengajak masyarakat menghilangkan stigma negatif terhadap seseorang yang terjangkit COVID-19. Sebab ia mengatakan virus corona bukanlah aib yang harus ditutupi.
ADVERTISEMENT
"Mengimbau masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terhadap orang yang terpapar COVID-19, dikarenakan setiap orang bisa saja tertular penyakit ini dan bukan merupakan suatu aib yang harus ditutupi, melainkan penyakit yang harus segera ditangani," tandas Bamsoet.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white