kumparan
4 Juni 2018 11:18

Bamsoet Mengaku Kenal Keponakan Setya Novanto

Ketua DPR, Bambang Soesatyo
Ketua DPR, Bambang Soesatyo di seminar nasional (Foto: Fitra Andrianto/ kumparan)
Ketua DPR Bambang Soesatyo menjadi salah satu saksi yang dipanggil penyidik KPK terkait kasus e-KTP. Politikus Golkar itu akan diperiksa untuk melengkapi berkas dua tersangka, yakni Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.
ADVERTISEMENT
Bamsoet --sapaan Bambang-- mengaku mengenal sosok Irvanto yang merupakan keponakan Setya Novanto. Sebab, Irvanto disebut merupakan juga salah satu kader di Partai Golkar.
"Kalau Irvanto ya saya pasti kenal karena kan dia di Golkar juga dan beberapa kali bertemu di rumah Pak Novanto. Ya kenal begitu saja sebagai keponakannya Pak Novanto," kata Bamsoet di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/5).
Kendati demikian, ia mengaku tidak mengenal Made Oka Masagung yang disebut-sebut merupakan kawan lama Setya Novanto. "Saya tidak kenal Made Oka. Sering dengar namanya iya. Tapi enggak kenal," ujar dia.
Meski demikian, ia enggan berkomentar lebih lanjut soal materi pemeriksaan yang akan ditanyakan penyidik kepadanya. Menurut dia, hal tersebut merupakan kewenangan KPK untuk memberikan penjelasan.
ADVERTISEMENT
"Tapi biarlah nanti fakta-fakta hukum yang bicara. Kalau lebih detailnya tanyakan kepada Mas Febri (juru bicara KPK)," ujarnya.
Bamsoet dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik pada hari ini. Namun ia mengaku berhalangan hadir lantaran ada kegiatan lain. Ia pun sudah mengirimkan surat permintaan untuk penjadwalan ulang.
"Saya serahkan kepada KPK untuk menjadwalkan ulang. Terserah nanti kebutuhan penyidikannya gimana. Karena saya sudah menunggu undangan ini untuk memberi keterangan. Supaya cepat selesai," jelasnya.
"Intinya saya minta nanti kesekjenan berkoordinasi dengan kawan-kawan KPK agar nanti KPK bisa dan saya tidak terikat jadwal," lanjutnya.
Juru bicara KPK Febri Diansyah sebelumnya sudah memberikan keterangan bahwa pemanggilan Bamsoet diperlukan untuk mengklarifikasi sejumlah hal terkait kasus e-KTP.
ADVERTISEMENT
Politisi Golkar itu karena pihak KPK perlu mendalami hal-hal yang dianggap penting yang diketahui para anggota DPR dalam kasus korupsi e-KTP. Selain Bamsoet, beberapa anggota DPR juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan.
"Beberapa saksi kami klarifikasi juga terkait proses pengadaan. Jadi informasi yang kami butuhkan beragam," kata Febri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan