News
·
5 Mei 2021 11:19

Bandara Ngurah Rai Dicoret Jadi Pintu Masuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri ke RI

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Bandara Ngurah Rai Dicoret Jadi Pintu Masuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri ke RI (100398)
Ilustrasi new normal di Bandara Ngurah Rai, Bali. Foto: Kemenparekraf
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tidak masuk sebagai pintu masuk bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Hal tersebut untuk menekan penularan COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Bandara tentunya mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk menekan penyebaran virus COVID-19 serta Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tidak termasuk dalam entry point melayani pelaku perjalanan luar negeri," kata Relation Manager AP I Bandara Ngurah Rai Taufan Yudhistira, Rabu (5/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun kumparan, sejumlah bandara yang menjadi pintu masuk PPLN adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta (Tangerang), Bandara Internasional Kualanamu (Medan), Juanda (Surabaya) dan Bandara Sam Ratulangi (Manado).
Penerbangan Singapura-Bali yang rencananya dibuka untuk perjalanan bisnis pada tanggal 4 Mei turut dibatalkan.
"Benar, bahwa penerbangan Singapore Airlines (SQ) ditunda sampai dengan waktu yang akan disampaikan kemudian," kata dia.
Ada beberapa pertimbangan penundaan penerbangan internasional tersebut. Di antaranya, peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia dan sejumlah negara serta mutasi corona varian baru. Bahkan di Bali ada warga yang terpapar corona varian Afrika Selatan dan Inggris.
ADVERTISEMENT
"Pertimbangan penundaan tersebut yaitu adanya peningkatan kasus COVID-19 di beberapa negara. Betul (penundaan berkaitan dengan ditemukan corona varian Afsel dan Inggris di Indonesia dan Bali) tidak jauh dengan penjelasan di poin sebelumnya," kata dia.
Seperti diketahui Bali hendak membuka penerbangan internasional secara bertahap. Pada Juni-Juli 2021 pariwisata internasional akan dibuka. Wisatawan mancanegara bisa mengunjungi wilayah Sanur, Nusa Dua, dan Ubud yang ditetapkan sebagai zona hijau.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan, tidak bisa memastikan pariwisata internasional dibuka pada Juni-Juli mendatang. Pemprov Bali masih mempersiapkan pembukaan pariwisata internasional tersebut.
"Kita terus meningkatkan kesiapan kita untuk membuka pariwisata Bali. Di sisi lain kita semua tetap waspada terhadap penyebaran virus corona termasuk yang dari Afsel dan Inggris," kata dia.
ADVERTISEMENT