News
·
13 November 2020 15:32

Banding Eks Bendum Hanura Ditolak, Tetap Diminta Kembalikan Rp 34,8 M ke Wiranto

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Banding Eks Bendum Hanura Ditolak, Tetap Diminta Kembalikan Rp 34,8 M ke Wiranto (286328)
Wirant, saat memberikan pidato di Munas PBSI. Foto: Media PBSI
Upaya banding mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Hanura, Bambang Sujagad Susanto, agar lepas dari kewajiban mengembalikan uang puluhan miliar ke Ketua Wantimpres, Wiranto, kandas di tangan majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
PT DKI tetap menyatakan Bambang terbukti wanprestasi atau ingkar janji soal uang yang dititipkan Wiranto sesuai putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 13 April 2020.
"Mengadili, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 13 April 2020 nomor 538/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst yang dimohonkan banding," bunyi putusan majelis hakim PT DKI yang diketuai Hakim Tinggi Sugeng Hiyanto seperti dikutip kumparan dari salinan putusan. Putusan tersebut dibacakan pada 20 Oktober dan diunggah di SIPP PT DKI pada Jumat (13/11).
Dengan putusan tersebut, Bambang tetap dihukum mengembalikan total Rp 34,8 miliar ke Wiranto.
Banding Eks Bendum Hanura Ditolak, Tetap Diminta Kembalikan Rp 34,8 M ke Wiranto (286329)
Ilustrasi meja pengadilan. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Rinciannya yakni SGD 2.310.000 atau sekitar Rp 23.663.640.000 yang merupakan uang yang dititipkan Wiranto kepada Bambang dengan surat perjanjian pada 24 November 2009. Majelis hakim memerintahkan Bambang mengembalikan uang yang dititipkan tersebut.
ADVERTISEMENT
Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan Bambang membayar bunga kepada Wiranto sebesar Rp 11,22 miliar. Sehingga secara total, Bambang diminta mengembalikan Rp 34,8 miliar ke Wiranto.
Diketahui kasus ini bermula ketika eks Menko Polhukam itu menitipkan uangnya kepada Bambang senilai SGD 2.310.000 pada 2009.
Banding Eks Bendum Hanura Ditolak, Tetap Diminta Kembalikan Rp 34,8 M ke Wiranto (286330)
Menko Polhukam Wiranto memberikan sambutan saat menghadiri acara silaturahmi dengan keluarga besar Kemenko Polhukam di Jakarta, Sabtu (19/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Humas Kememko Polhukam
Bambang disebut menggunakan uang itu untuk diinvestasikan di bisnis batu bara. Namun bisnis tersebut lesu, sehingga Wiranto meminta uang yang dititipkan agar dikembalikan.
Lantaran uangnya tak kunjung dikembalikan, Wiranto pada 9 September 2019 menggugat Bambang ke PN Jakpus. Kasus ini sempat dimediasi. Namun karena deadlock, sidang dilanjutkan ke pokok perkara. Hingga akhirnya gugatan Wiranto dikabulkan sebagian dan Bambang diminta mengembalikan uang yang dititipkan kepadanya.
ADVERTISEMENT