News
·
12 Oktober 2020 19:46

Bangladesh Setujui Hukuman Mati Bagi Pemerkosa

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Bangladesh Setujui Hukuman Mati Bagi Pemerkosa (106128)
Angota kelompok feminis menuntut keadilan atas dugaan pemerkosaan berkelompok kepada seorang wanita saat menggelar unjuk rasa di Dhaka, Bangladesh. Foto: Mohammad Ponir Hossain/REUTERS
Kabinet Pemerintah Bangladesh pada Senin (12/10) menyetujui hukuman mati bagi pemerkosa. Keputusan pemerintah itu dilakukan di tengah protes nasional akibat maraknya kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual.
ADVERTISEMENT
Kabinet yang diketuai oleh Perdana Menteri Sheikh Hasina, menyetujui proposal untuk menjadikan hukuman mati sebagai hukuman tertinggi untuk pemerkosaan. Hal tersebut disampaikan Menteri Hukum Anisul Huq kepada Reuters.
"Undang-undang tersebut perlu diubah dengan cepat ... (Kabinet) telah memutuskan peraturan akan diundangkan besok (13/10), dengan persetujuan presiden, karena parlemen tidak mengadakan sidang saat ini," kata Anisul Huq.
Kelompok hak asasi manusia Ain-o-Salish Kendra, melaporkan terjadi lonjakan kasus kejahatan seksual di Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir. Sementara antara Januari hingga September terjadi hampir 1.000 kasus pemerkosaan. Bahkan, lebih dari seperlima di antaranya pemerkosaan berkelompok.
Aktivis HAM mengatakan meningkatnya jumlah pemerkosaan karena budaya impunitas (terbebas dari hukuman) dan perlindungan tersangka oleh individu berpengaruh untuk alasan politik.
Bangladesh Setujui Hukuman Mati Bagi Pemerkosa (106129)
Angota kelompok feminis menuntut keadilan atas dugaan pemerkosaan berkelompok kepada seorang wanita saat menggelar unjuk rasa di Dhaka, Bangladesh. Foto: Mohammad Ponir Hossain/REUTERS
Kemarahan yang meluas di Bangladesh minggu lalu dipicu oleh video sekelompok pria yang melecehkan dan menyerang seorang wanita di distrik tenggara Noakhali. Video itu viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
Investigasi oleh badan otonom negara, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, menemukan wanita dalam video tersebut telah diperkosa berulang kali dan diteror dengan senjata.
Ratusan warga yang sebagian besar pelajar turun ke jalan menyuarakan protes mereka. Mereka membawa poster yang bertuliskan "Hentikan budaya pemerkosaan."
"Tidak ada ampun untuk pemerkosa" teriak pengunjuk rasa yang berkumpul di Ibu Kota Dhaka.
"Setiap hari, surat kabar memuat berita baru tentang kekerasan seksual terhadap perempuan," kata Sahana, seorang mahasiswa, yang bergabung dalam protes tersebut.
Bangladesh Setujui Hukuman Mati Bagi Pemerkosa (106130)
Angota kelompok feminis menuntut keadilan atas dugaan pemerkosaan berkelompok kepada seorang wanita saat menggelar unjuk rasa di Dhaka, Bangladesh. Foto: Mohammad Ponir Hossain/REUTERS
"Saya takut saya berikutnya. Saya ingin hukuman mati bagi pemerkosa sehingga orang-orang yang tidak manusiawi dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada mereka jika mereka berani melakukannya," lanjut Sahana.
Para aktivis mengatakan tingkat hukuman sangat rendah dan banyak kasus tidak dilaporkan karena korban takut atas stigma setelah mereka melapor.
ADVERTISEMENT