Kumparan Logo
Kondisi Ciledug Indah
Kondisi usai banjir di Ciledug Indah, Tangerang, Minggu (5/1).

Banjir Surut, Warga Ciledug Indah Masih Butuh Relawan hingga Pakaian

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi usai banjir di Ciledug Indah, Tangerang, Minggu (5/1).  Foto: Adhim Mugni Mubarok/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi usai banjir di Ciledug Indah, Tangerang, Minggu (5/1). Foto: Adhim Mugni Mubarok/kumparan

Banjir setinggi 1 hingga 2 meter yang melanda Kompleks Ciledug Indah, Kota Tangerang, sudah mulai surut. Namun, saat ini, warga setempat masih membutuhkan sejumlah bantuan seperti pakaian, sembako, obat-obatan, hingga sukarelawan.

"Kebutuhannya pakaian kering, sembako, obat-obatan bagi warga yang sakit, kalau bisa dokter datang dan keliling memeriksa langsung," kata salah satu warga, Muhrijat, saat ditemui di lokasi, Minggu (5/1).

Menurut dia, warga masih membutuhkan persediaan makanan karena belum ada pedagang di sekitar yang berjualan. Sedangkan bantuan berupa pakaian dibutuhkan karena banyak warga yang kehilangan pakaian dan tidak memiliki pakaian kering yang bersih lagi.

"Ya, mau beli sayur di mana? Ada sebagai (yang berdagang) dengan harga yang mahal, sedikit yang jual. Yang biasa bikin tempe kan enggak bikin karena kebanjiran," jelasnya.

Kondisi usai banjir di Ciledug Indah, Tangerang, Minggu (5/1). Foto: Adhim Mugni Mubarok/kumparan

Sementara itu, Ketua RT 12 Zul menyebut saat ini masih dibutuhkan bantuan relawan untuk ikut membersihkan rumah-rumah warga. Selain itu, tenaga relawan juga dibutuhkan untuk mengangkut sampah yang berserakan di sejumlah ruas jalan.

"Fokus membuang sampah, 1 RT itu 6 truk saya hitung sampahnya. Jadi, armada kurang, tenaga kurang, soalnya yang punya rumah sudah cape. Malah ada yang ditinggal juga. Butuh relawan," ungkap Zul.

Kondisi usai banjir di Ciledug Indah, Tangerang, Minggu (5/1). Foto: Adhim Mugni Mubarok/kumparan

Selain itu, Zul juga mengakui kebutuhan sembako juga diperlukan. Namun, ia meminta agar masyarakat yang mau memberikan langsung memberikannya ke warga, bukan ke posko penampungan atau melalui dia.

"Di sini ada penampungan ke warga langsung, di Mesjid Al Hidayah, kalau mau ke sini kirim langsung. Kalau pos bantuan yang umum itu kan ada di pinggir jalan raya, kita harus ke sana dulu, jauh, dan itu pun kalau sempat," tuturnya.

Pantauan di lokasi, sampah dari rumah warga memang menumpuk di depan rumah hingga pinggir jalan di Kompleks Ciledug Indah 1 dan 2. Sejumlah petugas Satpol PP, TNI dan Polri ikut membantu warga. Mobil pengangkut sampah juga mulai hilir mudik membawa sampah.

kumparan post embed