Banjir Terjang Banyuwangi, Kementan Imbau Petani Ikut Asuransi Pertanian

27 Maret 2022 15:38
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Banjir Terjang Banyuwangi, Kementan Imbau Petani Ikut Asuransi Pertanian (19945)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Aceh, Jumat (4/3/2022). Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
ADVERTISEMENT
Sejumlah areal persawahan di Dusun Pakis Rowo, Kelurahan Pakis, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur terendam banjir. Akibatnya, petani terancam mengalami gagal panen. Untuk mengantisipasi kerugian yang timbul, Kementerian Pertanian (Kementan) menyarankan kepada petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian.
ADVERTISEMENT
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, pertanian merupakan sektor yang rentan terhadap perubahan iklim dan serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan). Agar petani petani tak mengalami kerugian saat gagal panen, Mentan SYL mengimbau petani mengikuti program AUTP yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).
"AUTP merupakan program proteksi bagi petani ketika mengalami gagal panen akibat perubahan iklim maupun serangan OPT. Ketika mengalami gagal panen, maka petani akan mendapat pertanggungan dari premi yang sudah dibayarkan," kata Mentan SYL.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil, menambahkan dengan mengikuti asuransi pertanian, petani tak perlu khawatir ketika mengalami gagal panen. Petani dapat tetap mengembangkan kembali budidaya pertanian mereka dengan modal yang diberikan dari pertanggungan asuransi pertanian.
ADVERTISEMENT
"Asuransi pertanian memberikan perlindungan agar petani tetap memiliki modal untuk memulai kembali usaha pertaniannya, maupun mengembangkannya," kata Ali.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Banjir Terjang Banyuwangi, Kementan Imbau Petani Ikut Asuransi Pertanian (19946)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) di pematang sawah saat meninjau lahan pertanian di area persawahan Desa Blang Miro, Simpang Tiga, Aceh Besar, Aceh, Jumat (4/3/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO
Dikatakan Ali, program AUTP ini sejalan dengan tujuan pembangunan nasional, yakni menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor.
"Jika terjadi gagal panen, petani tak kehilangan daya produktivitasnya. Petani dapat berproduksi lagi sehingga kesejahteraan tetap terjaga," katanya.
Dengan mengikuti program AUTP, petani akan mendapat pertanggungan sebesar Rp 6 juta per hektar per musim ketika mengalami gagal panen. "Dengan pertanggungan sebesar Rp 6 juta per hektar per musim itu, maka petani tak akan mengalami kerugian dan memiliki modal untuk memulai kembali usaha budidaya pertanianya," papar Ali.
Banjir Terjang Banyuwangi, Kementan Imbau Petani Ikut Asuransi Pertanian (19947)
zoom-in-whitePerbesar
Ruas jalan di Kota Banyuwangi, Jatim, terendam banjir pada Rabu (9/6). Foto: Dok. Istimewa
Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati menjelaskan, premi AUTP sebesar Rp 180 ribu. Namun, petani cukup membayarkan Rp 36 ribu per hektare per musim, oleh karena sisanya sebesar Rp 144 ribu disubsidi pemerintah melalui APBN.
ADVERTISEMENT
"Ada banyak manfaat yang didapat dari program AUTP ini. Program ini juga sebagai upaya penguatan bagi petani dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka," katanya.
Ada beberapa persyaratan jika petani ingin mengikuti program AUTP. Selain membayar premi, Indah menyebut persyaratan lainnya di antaranya petani harus tergabung dalam kelompok tani dan mendaftarkan areal persawahan mereka 30 hari sebelum masa tanam dimulai.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020