Bantu Atasi Inflasi Daerah, Iriana Jokowi Tanam Cabai di Bogor

4 Maret 2024 13:31 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Iriana Jokowi membukan kegiatan gerakan tanam cabai serentak se-Indonesia di Alun-alun Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (4/3/2024). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Iriana Jokowi membukan kegiatan gerakan tanam cabai serentak se-Indonesia di Alun-alun Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (4/3/2024). Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Istri Presiden Jokowi, Iriana bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Wury Estu Handayani membuka kegiatan gerakan tanam cabai serentak se-Indonesia di Alun-alun Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (4/3).
ADVERTISEMENT
Turut hadir juga Ketua Umum Tim Penggerak PKK Ibu Tri Tito Karnavian dan jajaran istri menteri kabinet Indonesia Maju.
Sebagai tanda dibukanya kegiatan tanam cabai serentak ini, Iriana ikut menanam cabai langsung. Gerakan tanam cabai serentak se-Indonesia ini dilakukan, sebagai upaya pengendalian inflasi daerah.
Penanaman cabai ini tidak hanya dilakukan secara langsung di Alun-alun Cirimekar, tetapi juga dilakukan secara virtual oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Indonesia.
Iriana Jokowi membukan kegiatan gerakan tanam cabai serentak se-Indonesia di Alun-alun Cirimekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (4/3/2024). Foto: kumparan
Pj Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Siti Chomzah mengatakan, dalam kegiatan tersebut ada berbagai acara mulai dari bazar UMKM hingga gerakan pangan murah.
"Ada juga penyebaran 50 ribu benih ikan, penanaman 1.000 bibit cabai, dan bantuan sosial paket sembako sejumlah 1.300 yang dibagikan ke masyarakat,"katanya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, kata dia, ada juga penyerahan dokumen kependudukan contohnya KTP, KIA, akta kelahiran.
"Kemudian ada penyerahan buku resep makanan, dan ada gerakan pangan murah, kampanye setop boros pangan oleh anak-anak siswa," pungkasnya.

Pengendalian inflasi daerah

Sebelumnya, Irjen Kemendagri Tomsi Tohir mengimbau seluruh kepala daerah segera turun ke lapangan untuk memantau laju perkembangan harga. Upaya ini penting dilakukan menjelang Ramadhan. Kepala daerah juga diminta untuk melakukan berbagai langkah konkret pengendalian harga.
Tomsi mengatakan, kepala daerah dapat melibatkan Forkopimda untuk memantau harga pangan di pasaran.
“Dipantau terus setiap hari [harganya], dan hasilnya dapat dilaporkan,” ujar Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (26/2/2024).
ADVERTISEMENT
Langkah konkret tersebut, kata dia, meliputi operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, serta menggalakkan gerakan menanam.
Tomsi juga mengingatkan pemda rutin menyampaikan laporan harian terkait upaya pengendalian inflasi. Pasalnya, hingga minggu keempat Februari 2024, masih ada 78 Pemda yang tidak menyampaikannya kepada Kemendagri. Laporan ini dibutuhkan untuk melihat kinerja Pemda dalam mengendalikan inflasi.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam paparannya menjelaskan, berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dalam 4 minggu di Februari, ada beberapa komoditas pangan yang menunjukkan tren peningkatan harga.
Komoditas tersebut di antaranya beras, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.
ADVERTISEMENT
“Mengingat bulan depan kita sudah mulai masuk ke bulan Ramadan, maka perlu langkah nyata yang dilakukan untuk kembali menahan laju peningkatan harga tersebut agar tidak terus berlanjut di bulan depan,” jelasnya.