kumparan
15 Februari 2020 19:10

BAPETEN: Radioaktif Cesium Digunakan di Bidang Industri, Medis dan Penelitian

PTR-Hendriyanto
Sekretaris utama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Hendriyanto. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Sekretaris Utama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Hendrianto Hadi Tjahyono, mengatakan institusinya masih menyelidiki milik siapa radioaktif jenis Cs-137 atau Cesium 137 yang ditemukan di salah satu lapangan sekitar Kompleks Batan Indah, Tangerang Selatan.
ADVERTISEMENT
Menurut Hendrianto, Cs-137 itu bagian dari serpihan limbah nuklir. Biasanya, zat kimia itu digunakan di berbagai bidang tertentu.
"Sumber cesium itu banyak sekali yang pakai, karena kan di Indonesia ini penggunaan atau pemanfaatan tenaga nuklir itu luas sekali. Ada di bidang industri, bidang medis, bidang penelitian," ujar Hendrianto di Kompleks Batan Indah, Sabtu (15/2).
"Dari sumber yang kita peroleh kemarin akan kita analisis kurang lebih itu semacam kayak forensik gitu, nah ini kelihatannya dari mana asalnya, nah itu proses perlu waktu untuk melakukan investigasi tersebut," lanjut Hendrianto.
Lokasi penemuan Limbah Radioaktif
Lokasi penemuan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Radiasi radioaktif ditemukan ketika BAPETEN melakukan uji fungsi rutin pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek. Uji fungsi dilakukan di wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspitek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.
ADVERTISEMENT
BAPETEN telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang/terjadi pencemaran. Sementara tim BATAN telah melakukan kegiatan dekontaminasi dengan melakukan pengerukan tanah dan pemotongan pohon/tanaman, dengan didampingi tim BAPETEN.
BAPETEN meminta warga sekitar agar tidak mendekat ke sekitar lapangan voli blok J yang ditemukan radiasi radioaktif yang tinggi itu. Selain itu tim im BATAN juga akan melakukan pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) terhadap beberapa warga di sekitar lokasi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan