kumparan
10 April 2019 12:58

Bawaslu Jatim Usut Dugaan Kampanye Terselubung Menristek di Kampus UB

Menristek Muhammad Masir
Menristek usai bertemu dengan Pimpinan KPK. Foto: Fanny Kusumawardhnai/kumparan
Anggota Bawaslu Jawa Timur (Jatim) Aang Kunaif mengatakan institusinya sedang mengusut dugaan kampanye terselubung Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat memberi kuliah umum mengenai kebijakan kementerian menghadapi era Revolusi Industri 4.0 di kampus Universitas Brawijaya (UB), Malang pada Rabu (27/3).
ADVERTISEMENT
"Memang jajaran kami di Kota Malang sedang menangani dugaan terkait kampanye di tempat pendidikan yang dilakukan oleh pihak yang sebenarnya tidak boleh bila mana yang tidak didahului oleh surat cuti dan sebagainya," kata Aang kepada kumparan, Rabu (10/4).
Kendati demikian, Aang mengaku institusinya belum akan memanggil Nasir untuk dimintai keterangan. Bawaslu Jatim, kata Aang, sedang mempertimbangkan efektivitas pemanggilan lantaran Nasir berada di Jakarta.
"Jajaran kami sudah menyampaikan rencana sudah kami undang tapi mempertimbangkan efektivitas. Karena yang bersangkutan ada di Jakarta," jelasnya. "Sehingga mungkin untuk proses klarifikasi terhadap yang bersangkutan itu bila mana efektivitasnya dilakukan oleh Bawaslu RI maka mereka yang akan melakukan klarifikasi. Insyaallah kesimpulannya hari ini".
Nasir dilaporkan ke Bawaslu Kota Malang oleh seorang mahasiswa Universitas Brawijaya pada Kamis (4/4). Nasir dianggap melakukan kampanye terselubung saat memberikan kuliah umum mengenai kebijakan kementerian menghadapi era revolusi industri di Universitas Brawijaya.
ADVERTISEMENT
Saat itu, Nasir menunjukkan sebuah presentasi kepada peserta kuliah umum yang mengarah untuk mendukung pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf. Nasir meminta peserta kuliah umum untuk mengakses QR code yang terdapat di layar slide presentasi.
Ternyata kode itu akses menuju sebuah situs beralamat hebatdikti.com/indeks.html. Di dalam slide itu terdapat capaian-capaian Jokowi. Ada beberapa slide yang mengarahkan untuk mengajak memilih Jokowi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan