kumparan
News30 Juni 2018 9:05

Bawaslu: Penghitungan Suara Pilwalkot Makassar Tak Boleh Tertutup

Konten Redaksi kumparan
Surat Suara Pilwalkot Makassar
Surat Suara Pilwalkot Makassar (Foto: Antara/Darwin Fatir)
Penghitungan suara Pilwalkot Makassar yang berjalan tertutup banyak diprotes masyarakat. Sebab penghitungan suara baik di tingkat TPS hingga ke pusat harus dilakukan secara terbuka.
ADVERTISEMENT
Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad mengatakan, seharusnya setiap penghitungan suara harus terbuka. Jangankan digelar secara tertutup, ada kesalahan penulisan pun harus dikoreksi bersama dan disaksikan secara terbuka.
“Tidak boleh kalau tertutup dan tidak bisa diakses. Bahkan tidak jelas suaranya yang menyebutkan, atau huruf ketika ditulis tidak jelas itu bisa direkomendasikan untuk penghitungan suara ulang. Jadi tidak boleh tertutup, harus akses,” kata Saiful saat dihubungi kumparan, Sabtu, (30/6).
Saiful mengungkapkan, Bawaslu akan memanggil komisioner KPU Kota Makassar untuk mengkonfirmasi hal ini. Saiful berharap KPU bisa mengklarifikasi isu mengenai penghitungan suara yang tertutup tersebut.
“Ini juga hari ini teman-teman Panwas kita akan klarifikasi ke KPU informasi tentang itu. Jadi ada rencana KPU diundang untuk mengklarifikasi terkait dengan isu-isu semacam itu,” ujar Saiful.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut Saiful menjelaskan meski ada isu itu, sampai saat ini proses penghitungan suara khususnya di Makassar masih kondusif. Menurutnya apabila ada permasalahan pihak aparat langsung bertindak.
“Sampai sekarang kondisinya masih kondusif, bahwa ada isu, riak segala itu masih sebatas isu, pihak Kepolisian sudah menanganinya. Kepolisian sudah mengamankan hal-hal yang dikhawatirkan jika itu bisa memicu (kecurangan). Artinya kami di Panwas memastikan jangan terjadi tindakan-tindakan yang menyalahi aturan,” pungkasnya.
Pilwalkot Makassar hanya diikuti oleh calon tunggal yakni Munafri Arifuddin dan A. Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). Hasil entry C1 sementara pasangan tersebut kalah dari kotak kosong.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan