News
·
12 Juli 2020 10:21

Berkarya versi Munaslub Minta Jokowi Beri Soeharto Gelar Pahlawan Nasional

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Berkarya versi Munaslub Minta Jokowi Beri Soeharto Gelar Pahlawan Nasional (278010)
Partai Berkarya Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan
Kepengurusan Tommy Soeharto dan Priyo Budi Santoso di Partai Berkarya bergejolak. Sejumlah pengurus menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub).
ADVERTISEMENT
Hasilnya dipilih ketua umum baru yakni Muchdi Pr dan Sekjen Badaruddin Andi Picunang. Dalam munaslub itu juga terdapat sejumlah keputusan munaslub. Salah satunya meminta agar Presiden RI ke-2 Soeharto diberi gelar pahlawan nasional.
"Partai Berkarya meminta kepada negara agar Presiden RI kedua Bapak Pembangunan H. Muhammad Soeharto diberi gelar pahlawan nasional yang telah berjasa dengan wacana trilogi pembangunannya dengan jaminan keamanan. Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di segala bidang," sebagaimana dilihat dalam poin 4 Keputusan Munaslub Berkarya yang disampaikan Sekjen terpilih Andi Picunang kepada wartawan, Minggu (12/7)
Dalam poin lainnya, Munaslub Berkarya juga memutuskan mendukung kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin. Hal ini kontras berbeda dengan sikap Berkarya di bawah komando Tommy Soeharto-Priyo yang mendukung Prabowo-Sandi.
Berkarya versi Munaslub Minta Jokowi Beri Soeharto Gelar Pahlawan Nasional (278011)
Soeharto, Presiden ke-2 Indonesia. Foto: John Gibson/AFP
"Partai Berkarya mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden RI Bapak Jokowi dan Wakil Presiden RI Bapak KH Ma’ruf Amin sebagai pasangan dalam Pilpres hasil Pemilu 2019 yang sah," tutur Picunang.
ADVERTISEMENT
Munaslub itu dibuka secara langsung oleh Ketua Mahkamah Partai sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Berkarya Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal.
Munaslub itu diklaim dihadiri peserta datang dari 30 DPW dan 370 DPD, sehingga mewakili 2/3 DPW/DPD se-Indonesia yang diikuti secara langsung dan daring.
Berikut 6 poin lengkap keputusan Munaslub Berkarya.
Partai Berkarya mengubah nama dan logo kembali menjadi Partai Beringin Karya yang disingkat BERKARYA, sesuai akta pendirian 5 Mei 2016.
Warna dasar bendera dari kuning menjadi putih.
Ketua Umum terpilih Mayjen TNI Purn Muchdi PR dan Sekjen terpilih
Badaruddin Andi Picunang sekaligus Ketua dan Sekretaris Formatur dalam TIM FORMATUR yang terdiri dari 5 (lima) orang yang akan menyusun pengurus DPP Partai Beringin Karya (BERKARYA) periode 2020-2025.
ADVERTISEMENT
Partai BERKARYA mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden RI Bapak Jokowi dan Wakil Presiden RI Bapak KH Ma’ruf Amin sebagai pasangan dalam PILPRES hasil PEMILU 2019 yang sah.
Partai BERKARYA meminta kepada negara agar Presiden RI kedua Bapak Pembangunan H. Muhammad Soeharto diberi gelar PAHLAWAN NASIONAL yang telah berjasa dengan wacana TRILOGI PEMBANGUNANnya dengan jaminan keamanan, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di segala bidang.
Menganulir beberapa kebijakan pimpinan partai sebelumnya terkait SK Pengurus di semua tingkatan yang cacat hukum dan rekomendasi PILKADA 2020 tanpa prosedural.