News
·
24 Juni 2021 11:57
·
waktu baca 2 menit

Berkas Nani Tersangka Sate Sianida Bantul Dikirim ke Kejaksaan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Berkas Nani Tersangka Sate Sianida Bantul Dikirim ke Kejaksaan (1087843)
searchPerbesar
Bandiman (47) tukang ojol sekaligus ayah N (10) korban sate sianida maut salah sasaran di Bantul, saat rekonstruksi bersama tersangka Nani Aprilliani Nurjaman (25), Senin (7/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Polres Bantul telah mengirim berkas Nani Apriliani Nurjaman (25), tersangka sate sianida maut di Bantul ke Kejaksaan.
ADVERTISEMENT
"Berkasnya susah dilimpahkan, sudah beberapa hari yang lalu, berkasnya lho. Kita tinggal nunggu saja. Tinggal nunggu P21," kata Kasat Reskrim Bantul AKP Ngadi, Kamis (24/6).
Meski berkas Nani telah dikirim ke kejaksaan, polisi tidak akan menghentikan pencarian kepada sosok R. Dia disebut-sebut sebagai orang yang memberi ide Nani meracik sate sianida maut.
"R masih dicari. Nanti kita upayakan maksimal. Nanti bisa berdiri sendiri berkasnya (untuk R)," ujarnya.
"R dari dulu informasinya seperti itu, pemberi ide menurut pelaku N," ujarnya.
Seperti diketahui, Nani awalnya hendak mengirim sate beracun ke polisi bernama Tomy di Kasihan, Bantul. Alasannya dia kecewa ditinggal nikah.
Nani mengirim sate beracun melalui order ojol offline. Seorang ojol, Bandiman (47) kemudian menerima order secara offline di seputaran Gayam atau Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta. Dia dihampiri Nani.
ADVERTISEMENT
Nani yang tadinya tidak diketahui identitasnya lantas meminta Bandiman mengantar dua bungkus makanan berisi sate dan snack itu ke sebuah perumahan di Kasihan, Bantul kepada orang yang bernama Tomy. Dia berpesan bahwa takjil dari 'Hamid dari Pakualaman'.
Sesampai di lokasi, Tomy sedang di luar kota. Istri Tomy tidak mau menerima kiriman makanan tersebut lantaran merasa tidak tahu siapa pengirimnya. Begitu pula Tomy ketika saat itu dihubungi mengaku tidak kenal.
Istri Tomy menganjurkan makanan dibawa pulang saja. Bandiman pun pulang dan sate disantap keluarga. N, anak kedua Bandiman kolaps ketika memakan bumbu sate. Sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong.