BGN Akan Gandeng Persagi Untuk Isi Tenaga Ahli Gizi di Program MBG
20 November 2025 21:35 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang memastikan bahwa pihaknya akan menggandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
ADVERTISEMENT
"Ya, mudah-mudahan kita akan kerja sama dengan berbagai pihak, yang paling penting adalah sarjana yang masih basisnya mungkin, nanti kita akan minta inilah, bagaimana rekomendasi dari Persagi, kita akan kerja sama dengan Persagi supaya bagaimana untuk penyediaan ahli gizi ini," ujar Nanik usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (20/11).
Nanik menegaskan bahwa isu kekurangan ahli gizi memang muncul, namun pihaknya optimistis hal tersebut dapat diatasi. Ia menekankan bahwa jumlah ahli gizi saat ini memang terbatas.
"Enggak lah, ini kan bisa kita atasi, bismillah kita bisa atasi. Memang Persagi sendiri kan mengatakan bahwa sampai akhir tahun ini hanya ada 16.000 dan itu kan sebagian juga sudah kerja," katanya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib melibatkan profesi ahli gizi. Menurut Zulhas, keberadaan ahli gizi penting karena proses penyelenggaraan, khususnya menu makanan di program tersebut harus dapat diukur dengan benar.
“MBG tetap dan wajib perlu profesi ahli gizi dalam penyelenggaraannya. Saya ulangi lagi, MBG perlu profesi ahli gizi,” kata Zulhas usai pertemuan dengan Persatuan Ahli Gizi (Persagi) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (19/11).
Selain itu, Zulhas mengharapkan para ahli gizi untuk ikut mengawasi makanan di berbagai tempat. Ia menyoroti tingginya kasus penyakit gula di Indonesia, termasuk pada anak-anak.
“Kadang-kadang depan sekolah, (anak-anak minum) minuman yang begitu manis. Gula-gula dan sebagainya. Anak-anak ini suka kena penyakit gula,” ujar Zulhas.
ADVERTISEMENT
